BNPB Ingatkan Masyarakat yang Tinggal di Daerah Rawan Bencana Waspada

Sabtu, 01 Januari 2022 - 08:45 WIB
loading...
BNPB Ingatkan Masyarakat...
Sekeretaris Utama BNPB Lilik Kurniawan menyebutkan, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab jumlah frekuensi bencana menurun dari tahun sebelumnya. Foto/BNPB
A A A
JAKARTA - Sekeretaris Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan menyebut beberapa faktor yang menjadi penyebab jumlah frekuensi bencana menurun dari tahun sebelumnya. Namun, terjadi peningkatan dampak bencana secara signifikan pada tahun 2021.

Baca juga: Selama 2021 Bandung Barat Dilanda 288 Bencana Alam, 4 Warga Tewas

"Pertama karena ada peristiwa alam yang tidak terprediksi seperti gempa bumi, siklon tropis. Kedua adalah risiko kita meningkat tiap tahun karena tiap tahun ada pertambahan jumlah penduduk," kata Lilik dalam keterangan pers virtual di Youtube BNPB dikutip, Sabtu (1/1/2022).

BNPB: Jumlah Bencana pada 2021 Menurun, Tapi Dampak Bencana Meningkat

"Penduduk yang sudah tinggal di daerah rawan bencana, tak mungkin kemudian anaknya begitu lahir tinggal di tempat yang aman. Tetapi juga akan ikut di daerah rawan bencana ini yang kita lihat dari data statistik. Bagaimana penduduk yang tinggal di daerah rawan bencana setiap tahun meningkat," tambahnya.

Ketiga kata Lilik, data daya dukung lingkungan cenderung memperparah terjadinya bencana yang ada seperti lingkungan yang sudah mulai rusak, kualitas bangunan mulai rapuh, dan sebagainya.

Diberitakan sebelumnya, Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari membeberkan, kejadian bencana pada 2021 lebih sedikit dari tahun 2020. Namun, jumlah korban meninggal dunia, luka-luka, dan warga mengungsi meningkat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dasco Panggil Satgas...
Dasco Panggil Satgas Percepatan Penanganan Bencana Sumatera
Perkuat Penanganan Bencana...
Perkuat Penanganan Bencana Daerah, Kemendagri Dorong Transformasi Tata Kelola BPBD
BNPB Ungkap Indonesia...
BNPB Ungkap Indonesia Peringkat Ketiga Negara dengan Risiko Bencana Tertinggi di Dunia
Kemendagri: Permendagri...
Kemendagri: Permendagri 18/2025 Tempatkan BPBD Pemegang Komando Penanganan Bencana
814 Bencana Terjadi...
814 Bencana Terjadi Sepanjang 2026, BNPB: Banjir dan Cuaca Ekstrem Mendominasi
Urgensi Green Campus...
Urgensi Green Campus di Tengah Krisis Ekologis
Gunung Dukono Erupsi...
Gunung Dukono Erupsi Sore Ini, Luncurkan 1.200 Meter Abu Vulkanik
15 Ribu Hektare Lahan...
15 Ribu Hektare Lahan Hangus Akibat Karhutla di Aceh dan Riau
Ini Analisa BMKG Terkait...
Ini Analisa BMKG Terkait Gempa Besar M5,4 di Sarmi Papua
Rekomendasi
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
Kris Tomahu, Gery &...
Kris Tomahu, Gery & Gany, dan Samuel Cipta Antusias Tampil di Konser Tehillim - The Heart of Worship
Catat Ekspansi Signifikan,...
Catat Ekspansi Signifikan, Dyputu Studio Bekasi Jadi Subjek Penelitian Akademis
Berita Terkini
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
KPK Ungkap Tahapan yang...
KPK Ungkap Tahapan yang Harus Dilalui untuk Ekstradisi Tersangka E-KTP Paulus Tannos
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Desak DPR Segera Bahas...
Desak DPR Segera Bahas Revisi UU Pemilu, Perindo: Libatkan Partai Nonparlemen
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved