Denny JA Pamerkan 188 Lukisan Artificial Intelligence Karyanya di Hotel
Rabu, 05 Juni 2024 - 20:57 WIB
loading...
A
A
A
Lantai bawahnya lagi khusus untuk aneka lukisan dengan telinga yang besar. Itu sebagai simbol mendengarkan. Denny menggambarkan tokoh yang dalam hidupnya banyak mendengar, telinganya lebih besar.
Di sana ada Mahatma Gandhi, Nelson Mandela. Ada Bunda Teresa, Dalai Lama. Juga hadir tokoh-tokoh lain yang mungkin tidak kita kenal, tetapi mereka mendedikasikan diri untuk mendengar.
Lantai di bawahnya lagi, Denny melukis ulang berbagai pelukis dunia. Remaking. Tetapi dalam lukisan itu saya berikan bobot baru sesuai dengan zaman sekarang.
Ada Da Vinci, Michelangelo, Van Gogh, Pablo Picasso tetapi juga generasi berikutnya seperti Andy Warhol, Gustav Klimt, Frida Kahlo, Fernando Botero.
"Bahkan juga ada pelukis Indonesia seperti Raden Saleh, Dede Eri Supria, dan Affandi, yang lukisan dilukis ulang oleh Denny JA," papar Firman Firdaus.
Baca juga: Denny JA Sebut Sastra Bisa Jadi Medium Diplomasi yang Efektif
Denny JA menambahkan kemampuan AI untuk melukis pada waktunya akan melampaui raksasa pelukis di zaman dulu. "Tapi tetap saja para kreator yang mendayagunakan AI itu akan lebih hebat lagi," pungkasnya.
Di sana ada Mahatma Gandhi, Nelson Mandela. Ada Bunda Teresa, Dalai Lama. Juga hadir tokoh-tokoh lain yang mungkin tidak kita kenal, tetapi mereka mendedikasikan diri untuk mendengar.
Lantai di bawahnya lagi, Denny melukis ulang berbagai pelukis dunia. Remaking. Tetapi dalam lukisan itu saya berikan bobot baru sesuai dengan zaman sekarang.
Ada Da Vinci, Michelangelo, Van Gogh, Pablo Picasso tetapi juga generasi berikutnya seperti Andy Warhol, Gustav Klimt, Frida Kahlo, Fernando Botero.
"Bahkan juga ada pelukis Indonesia seperti Raden Saleh, Dede Eri Supria, dan Affandi, yang lukisan dilukis ulang oleh Denny JA," papar Firman Firdaus.
Baca juga: Denny JA Sebut Sastra Bisa Jadi Medium Diplomasi yang Efektif
Denny JA menambahkan kemampuan AI untuk melukis pada waktunya akan melampaui raksasa pelukis di zaman dulu. "Tapi tetap saja para kreator yang mendayagunakan AI itu akan lebih hebat lagi," pungkasnya.
(kri)
Lihat Juga :