alexametrics

Salah Data Saat Debat Capres, Fadli Zon Minta Jokowi Minta Maaf

loading...
Salah Data Saat Debat Capres, Fadli Zon Minta Jokowi Minta Maaf
Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Fadli Zon menilai kesalahan data yang disampaikan Jokowi tidak wajar. Foto/SINDOnews/Rico Simanjuntak
A+ A-
JAKARTA - Calon Presiden (Capres) nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) diminta meminta maaf karena menggunakan data salah dalam debat capres sesi kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu 17 Februari lalu. Sebab, menyampaikan data yang salah dianggap sebagai kebohongan publik.

Anggota Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Fadli Zon menilai kesalahan data yang disampaikan Jokowi tidak wajar. Dia pun memberikan contoh, bahwa Jokowi menyebut impor jagung pada tahun ini hanya 180.000 ton.

"Padahal 700-an ribu, itu meleset berapa ratus persen. Itu bukan meleset, itu namanya bohong. Kalau meleset itu kalau orang meleset itu ada air sedikit itu kepleset. Kalau ini bukan, ini kebohongan, jadi menurut saya, dia harus minta maaf. Ini kebohongan publik," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/2/2019).

(Baca juga: Jokowi Sebut Data-data yang Kerap Disampaikannya Bukan Karangan)




Politikus Partai Gerindra ini pun menilai kesalahan data yang disampaikan Jokowi dalam debat kedua itu bisa dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Sebab, kata dia, kesalahan data sama saja menyesatkan (Misleading, red).

"Dan yang misleading ini bahaya, artinya menipu rakyat. Maka harus ada tindakan. Kalau meleset boleh, kemudian orang minta maaf. Saya kira harusnya ada dong permintaan maaf kalau data itu salah," pungkas Wakil Ketua DPR itu.

(Baca juga: Jokowi Sebut Tak Ada Kebakaran Hutan Selama 3 Tahun Terakhir)


Selain impor jagung, Jokowi juga telah meralat ucapannya yang mengklaim tidak ada kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dalam kurun tiga tahun terakhir saat debat kedua calon presiden. Jokowi menjelaskan maksud pernyataannya adalah kebakaran hutan menurun drastis.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak