Presiden Jokowi Resmi Buka KTT ke-10 WWF di Bali
Senin, 20 Mei 2024 - 09:37 WIB
loading...
Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi membuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-10 World Water Forum (WWF) di Bali. Foto/MPI/raka dwi novianto
A
A
A
BALI - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi membuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-10 World Water Forum (WWF). Pembukaan Forum Air Sedunia itu digelar di Bali International Convention Center (BICC).
"Selama datang di Bali suatu kehormatan bagi Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Forum Air Sedunia yang ke-10 untuk meneguhkan komitmen bersama dan merumuskan aksi nyata pengelolaan air yang inklusif dan berkelanjutan," kata Jokowi dalam sambutannya, Senin (20/5/2024).
Jokowi mengatakan dari 72% permukaan bumi yang tertutup air hanya 1% yang bisa diakses dan digunakan sebagai air minum dan keperluan sanitasi. Bahkan, di 2050, sebanyak 500 juta petani kecil sebagai penyumbang 80% pangan dunia diprediksi paling rentan mengalami kekeringan .
Baca juga: Presiden Jokowi Pimpin Pertemuan Tingkat Tinggi World Water Forum ke-10 Hari Ini
"Tanpa air tidak ada makanan tidak ada perdamaian tidak ada kehidupan no water no life no growth. Oleh sebab itu air harus dikelola dengan baik karena setiap tetesnya sangat berharga," kata Jokowi.
Jokowi menjelaskan sebagai negara dengan luas perairan yang mencapai 65%, Indonesia kaya kearifan lokal dalam pengelolaan air. Mulai dari sepanjang garis pantai, pinggiran aliran sungai sampai tepian danau.
Baca juga: Gala Dinner KTT ke-10 WWF di Bali, Jokowi Sambut Langsung Delegasi di GWK
"Selama datang di Bali suatu kehormatan bagi Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Forum Air Sedunia yang ke-10 untuk meneguhkan komitmen bersama dan merumuskan aksi nyata pengelolaan air yang inklusif dan berkelanjutan," kata Jokowi dalam sambutannya, Senin (20/5/2024).
Jokowi mengatakan dari 72% permukaan bumi yang tertutup air hanya 1% yang bisa diakses dan digunakan sebagai air minum dan keperluan sanitasi. Bahkan, di 2050, sebanyak 500 juta petani kecil sebagai penyumbang 80% pangan dunia diprediksi paling rentan mengalami kekeringan .
Baca juga: Presiden Jokowi Pimpin Pertemuan Tingkat Tinggi World Water Forum ke-10 Hari Ini
"Tanpa air tidak ada makanan tidak ada perdamaian tidak ada kehidupan no water no life no growth. Oleh sebab itu air harus dikelola dengan baik karena setiap tetesnya sangat berharga," kata Jokowi.
Jokowi menjelaskan sebagai negara dengan luas perairan yang mencapai 65%, Indonesia kaya kearifan lokal dalam pengelolaan air. Mulai dari sepanjang garis pantai, pinggiran aliran sungai sampai tepian danau.
Baca juga: Gala Dinner KTT ke-10 WWF di Bali, Jokowi Sambut Langsung Delegasi di GWK
Lihat Juga :