Komnas Bentuk Tim untuk Tangani Masalah Bisnis dan HAM

Rabu, 19 Agustus 2020 - 12:55 WIB
loading...
Komnas Bentuk Tim untuk...
Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik mengungkapkan pihaknya telah membuat action plan dan diajukan ke Kementerian Koordinator Perekonomian sejak tahun 2017. Foto/SINDOphoto
A A A
JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia ( Komnas HAM ) membentuk tim kecil untuk menangani masalah bisnis dan HAM. Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik mengungkapkan pihaknya telah membuat action plan dan diajukan ke Kementerian Koordinator Perekonomian sejak tahun 2017.

Menurutnya, memang sampai saat ini pengaduan tentang masalah perburuhan ke Komnas HAM masih sedikit dibandingkan kasus pertanahan. Hal ini mungkin karena sudah ada penyelesaian sengketa perburuhan di tingkat daerah. (Baca juga: Akun Twitter Din Syamsuddin Dibajak, Fadli Zon: Rusak Demokrasi)

Dalam waktu dekat, Komnas HAM akan berdialog dan berkunjung ke kementerian atau lembaga terkait, asosiasi pengusaha, dan serikat pekerja. Langkah ini untuk mencari platform umum penyelesaian masalah ketenagakerjaan dalam perspektif HAM.

Ahmad Taufan menerangkan dalam aturan internasional menyatakan setiap orang berhak untuk mendapatkan pekerjaan yang layak. Dalam konstitusi Indonesia, baik sebelum dan setelah amandemen, hal itu diatur, terutama pada Pasal 28 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

“Secara garis besar standar-standar hak asasi manusia sudah menjadi prinsip dalam sistem hukum kita, terutama persoalan ketenagakerjaan,” ujarnya dalam diskusi daring dengan tema “Pemenuhan Hak Atas Pekerjaan Pada Masa Pandemi COVID-19,” Rabu (19/8/2020).

Hubungan pengusaha dan pekerja memang penuh dinamika. Apalagi di tengah pandemi COVID-19, masalah perumahan, pemutusan hubungan kerja (PHK), dan gaji yang tidak dibayar penuh menjadi pemantik panas-dingin hubungan keduanya.

Ahmad Taufan menerangkan saat ini korporasi menjadi pihak yang harus bertanggung jawab dalam implementasi HAM terhadap pekerja. Sebelumnya, ketika terjadi sesuatu pada pekerja dan terkait HAM, yang bertanggung jawab hanya negara.

Dia memaparkan yang paling banyak dilaporkan mengenai masalah perburuhan ke Komnas HAM adalah kepolisian, serta korporasi dan pemerintah daerah. Komnas HAM ingin mendialogkan persoalan-persoalan ini dengan berpegang teguh pada HAM. (Baca juga: Satgas COVID-19 Minta Unair Transparan Uji Klinis Obat Racikannya)

“Jadi tantangan di internal kian besar karena banyak persoalan. Walaupun isu perburuan ke Komnas HAM terkait kekerasan itu (yang banyak diadukan) aparat dan lain-lainnya. Kami menganggap penting sekali sehingga membentuk tim Business and Human Right,” pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Komnas HAM Diminta Awasi...
Komnas HAM Diminta Awasi Dugaan Kriminalisasi dan Penahanan Sulaiman
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
Dukung Tambahan Anggaran...
Dukung Tambahan Anggaran Komnas HAM dan Komnas Perempuan, Marinus Gea: Penting untuk Pemenuhan Hak Asasi Manusia
Pigai Semprot Komnas...
Pigai Semprot Komnas HAM usai Singgung Dugaan Pelanggaran HAM di Program MBG
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
RUU HAM Diyakini Perkuat...
RUU HAM Diyakini Perkuat Independensi Komnas HAM, Kembalikan sebagai Rumah Aktivis dan Pembela HAM
Perlindungan Warga Sipil...
Perlindungan Warga Sipil Jadi Kunci Keberlanjutan Pembangunan Papua
Dari Jimmy Lai hingga...
Dari Jimmy Lai hingga Xinjiang, Isu HAM Tak Lagi Jadi Fokus Utama AS-China
Soal Penembakan di Papua,...
Soal Penembakan di Papua, Koops TNI: Dua Insiden Berbeda, Tidak Berkaitan
Rekomendasi
Sah! Potongan Komisi...
Sah! Potongan Komisi Ojol Jadi 8% per Juli 2026, Aplikator Sudah Sepakat
Urgensi Pendekatan Humanis...
Urgensi Pendekatan Humanis dalam Penataan Kota dan Relokasi UMKM
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Berita Terkini
SPI Jadi yang Pertama...
SPI Jadi yang Pertama Beri Naskah Analisis RUU Advokat ke Pemerintah
Hadiri Munas-Konbes...
Hadiri Munas-Konbes NU 2026, Prabowo Apresiasi Peran Strategis NU bagi Bangsa
2 Peserta Latsarmil...
2 Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Kemhan: Bakal Dievaluasi Menyeluruh
Nanik S Deyang Bakal...
Nanik S Deyang Bakal Diperiksa di Kasus Dugaan Korupsi MBG? Kejagung: Iya Berpotensi
Akademisi Dukung Langkah...
Akademisi Dukung Langkah Kejagung Jerat Pihak Pasif dan Korporasi di Kasus BGN
Sidang Putusan Perkara...
Sidang Putusan Perkara Chromebook Digelar 30 Juni, Nadiem: Saya Harap Keputusannya Bebas
Infografis
Bacaan Niat Puasa Ramadan...
Bacaan Niat Puasa Ramadan untuk Harian dan Sebulan Penuh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved