Redam Suasana Jelang Pilpres, Capres Diimbau Tak Saling Serang Personal

Kamis, 14 Februari 2019 - 07:07 WIB
Redam Suasana Jelang...
Redam Suasana Jelang Pilpres, Capres Diimbau Tak Saling Serang Personal
A A A
JAKARTA - Kedua calon presiden (capres) diminta untuk tidak saling serang secara personal dalam debat kandidat kedua yang akan digelar pada Minggu (17/2/2019) mendatang. Pertarungan dinilai lebih baik pada adu ide, gagasan, dan visi-misi masing-masing calon dalam mendapatkan simpati publik.

Saling serang antarcapres dalam debat dinilai justru bakal membuat suasana menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 menjadi semakin panas dan menegangkan. Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie mengatakan saat ini kondisi di lapangan sudah terlalu keras.

"Kalau saya menyarankan, debat itu ya sudahlah, masing-masing calon mengungkapkan idenya, nanti ada tanya jawab. Tak usah saling menyeranglah. Sebab ini sudah terlalu saling serang menyerang antarrelawan, antartim sukses sudah terlalu keras di lapangan. Kalau capresnya sendiri ikut serang menyerang, difensif dan offensif, itu berpengaruh, ditiru. Nanti lebih kasar lagi di lapangan," tutur Jimly kepada wartawan usai menjadi pembicara dalam Tausiah Kebangsaan bertajuk Tausiah Ekonomi Umat di Hallf Patiunus, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (13/2/2019).

(Baca juga: Debat Kedua, Kubu Jokowi Minta Prabowo 'Tak Lari ke Sana-Sini')


Karena itu, Jimly yang juga sebagai Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Islam Al Azhar menyarankan agar kedua capres baik Joko Widodo (Jokowi) maupun Prabowo Subianto mengikuti saja ketentuan debat yang sudah dibuat komisi Pemilihan Umum (KPU) dan tidak usah terlalu keras dalam memperdebatkan ide.

"Dan jangan menyerang pribadi. Cukup menyampaikan visi, misi, ide, tak usah bermaksud menjatuhkan saingan. Sebab, kalau kita evaluasi, ini masih 60 hari, dua bulan, ini kayaknya semakin mengeras ini. Kiri-kanan, hitam-putih. Jadi harus dikendalikan. Mulai dari mana? Ya dari pimpinan, harus jadi contoh," paparnya.

Jimly berpesan agar kedua capres tidak gampang saling terpancing dengan pertanyaan-pertanyaan pancingan yang diajukan para panelis ataupun moderator. "Pokoknya menyampaikan ide sendiri saja. Kemuliannya idenya, keperluan bangsa ini untuk melaksanakan idenya, visi-misi dia. Nanti kalau ada panelis mau tanya, dengan nada-nada menyerang, nada-nada adu domba, nggak usah diikutin. Nanti diikutin oleh yang di bawah, di lapangan," katanya.

(Baca juga: Jokowi Diyakini Siap Terima Serangan Prabowo di Debat Kedua)


Menurutnya, tugas dari masing-masing capres dalam debat kandidat adalah bagaimana memenangkan simpati rakyat. "Apalagi nanti isu lingkungan hidup, banyak sekali (bahan saling serang). Infrastruktur, banyak sekali. Pokoknya kalau mencari masalah, itu banyak. Iya kan. Enaknya penantang baru bahannya banyak untuk menyerang, tapi incumbent enaknya adalah dia bekerja saja itu sudah kampanye sendiri. Jadi dua-duanya punya peluang yang samalah," paparnya.

Karena itu, menurut Jimly, masing-masing capres tidak usah saling merendahkan karena kedua-duanya memiliki pendukung yang fanatis sehingga berpotensi menyulut emosi para pendukung. "Jadi hoaks (berita bohong) itu kalau saya baca, dua-duanya (relawan dan timses) sumber hoaks juga," urainya.

Menurut mantan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) ini, masing-masing capres dan juga para pendukung, relawan, serta timses agar tidak mudah terbawa perasaan (baper) dalam menghadapi pilpres. "Ada yang bilang 'waduh ini tegang sekali, bahaya ini'. Begini, dalam sejarah, pemilu yang diprediksi tegang dan berdarah-darah, paling ruwet itu, oleh pengamat dalam dan luar negeri, itu Pemilu 1999."

"Itu semua pengamat luar negeri harap- harap cemas. Itu pemantau pemilu dari luar negeri banyak sekali. Tahun 1999 setelah krisis, habis Reformasi. Tapi nyatanya lancar-lancar saja. Orang Indonesia itu, waduh kalau sudah pemilu itu, sebelum pemilu ribut. Pas hari H pemilunya, wah lancar aja. Insyaaallah 17 April lancar saja," sambungnya.

(Baca juga: Jelang Debat Capres, Ini Persiapan yang Sudah Dilakukan Jokowi)


Senada dengan Jimly, Ustaz Yusuf Mansur yang hadir dalam Tausiah Kebangsaan itu juga mengingatkan kedua paslon maupun tim suksesnya untuk selalu menggunakan bahasa yang baik, bahasa yang positif ke siapapun. "Temen-temen di 02 agar bicara yang baik ke 01. Begitu juga saya bicara di 01 untuk bicara yang baik ke 02. Contoh di hari-hari terakhir, banyak yang kemudian mengangkat ibu yang satu, kemudian merendahkan ibu yang satu, kan enggak boleh, tidak baik. Harus tetep meninggikan semua ibu. Nanti kan semua berantakan. Jadi saya mengingatkan," katanya.

Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Quran itu meminta semua anak bangsa untuk menjaga persaudaraan agar kondisi menjelang pilpres ini tetap adem. Bukan malah menjadi bagian dari masalah bangsa.

Disinggung mengenai posisinya dalam pemilu ini apakah mendukung salah satu paslon, pendiri PayTren ini menyatakan bahwa sejauh ini dirinya hanya sebagai pendakwah. "So far saya adalah pendakwah, so far saya adalah ustad. Saya ingin tunjukkan bagaimana kita harus bersikap terhadap peran. Saya persilakan ada di Jokowi, ada di Prabowo," katanya.

Yusuf Mansur menyebutkan bahwa justru Jokowi yang minta agar dirinya tidak menjadi bagian langsung dari tim sukses Jokowi-KH Ma'ruf Amin. "Loh itu merupakan kebaikan dari seorang presiden yang gak menghendaki saya membela beliau, yang gak menghendaki saya mendukung beliau. Karena basisnya peran saya ada di umat," katanya.
(kri)
Berita Terkait
Survei Indikator Politik:...
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi-Maruf Cenderung ke Ganjar Pranowo
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Soal Reshuffle Kabinet,...
Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat: Jokowi Menang 2-0 Atas Prabowo-Sandi
Prabowo Ungkap Alasan...
Prabowo Ungkap Alasan Mau Gabung Kabinet Jokowi: Saya Tidak Ingin Bangsa Ini Pecah
Kepada Deddy Corbuzier,...
Kepada Deddy Corbuzier, Prabowo Blak-blakan Ungkap Alasan Mau Jadi Menteri Jokowi
Sandi Masuk Kabinet,...
Sandi Masuk Kabinet, Jokowi Resmi Rangkul Sepasang Lawan di Pilpres 2019
Berita Terkini
Bareskrim Tangkap Kartel...
Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Mensesneg Sebut Bakal...
Mensesneg Sebut Bakal Ada Pengurangan Anggaran MBG
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Infografis
10 Pesawat Tempur Paling...
10 Pesawat Tempur Paling Laku di Pasaran, Juaranya Tak Terduga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved