alexametrics

Soal Pemindahan Makam di Gorontalo, Harus Jadi Catatan Penting Parpol

loading...
Soal Pemindahan Makam di Gorontalo, Harus Jadi Catatan Penting Parpol
Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menyebut kasus ini tanda bahwa rakyat tidak dewasa dalam menyikapi perbedaan politik sehingga harus konflik dan bermusuhan. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Pemungutan suara Pemilu Serentak 2019 masih akan berlangsung sekira tiga bulan lagi. Namun berbeda pandangan sekaligus beda pilihan sudah dirasakan masyarakat di bawah. Hal ini tercermin dari kasus pemindahan dua kuburan atau makam di Gorontalo karena ahli waris berbeda pilihan caleg dengan pemilik tanah.

Menanggapi fenomena ini, Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menyebut kasus ini tanda bahwa rakyat tidak dewasa dalam menyikapi perbedaan politik sehingga harus konflik dan bermusuhan. (Baca juga: Makam Dipindah akibat Beda Pilih Caleg Bentuk Ketidakdewasaan Politik)

"Tentu sangat ironis, partai tumbuh tiap pemilu, demokrasi makin maju, tapi masih saja ada rakyat yang brutal dalam berpolitik. Pasti ada yang salah dalam pendidikan politik kita," ujar Adi saat dihubungi SINDOnews, Senin (14/1/2019).



Menurut Adi, fenomena ini mesti menjadi catatan penting parpol sebagai pelaku utama politik karena masih banyak rakyat yang buta dan tak paham esensi politik sebagai seni. "Jangan sampai sibuk sendiri urus demokrasi elektoral, tapi lupa mengedukasi rakyat," tegas Adi. (Baca juga: Pembongkaran 2 Makam di Gorontalo Terkait dengan Caleg Nasdem Ini)

Pengamat Politik asal UIN Jakarta ini menganggap, kasus pemindahan makam di Gorontalo menebalkan keyakinan publik bahwa elite dan parpol memang berjarak dengan rakyat. "Mereka (rakyat) hanya dijadikan 'sapi perah' yang disapa setiap lima tahun sekali," tandasnya.
(kri)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak