alexametrics

Teror Bom ke Pimpinan KPK Diduga untuk Mengacaukan Pemilu

loading...
Teror Bom ke Pimpinan KPK Diduga untuk Mengacaukan Pemilu
Warga melintas di depan rumah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif pascapelemparan bom molotov di Kalibata Selatan, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2019). Kasus ini diduga untuk mengacaukan Pemilu serentak yang digelar beberapa bulan lagi. Foto/SINDOphoto/Adam Erlan
A+ A-
JAKARTA - Polri bergerak cepat dengan menerjunkan Densus 88 Antiteror untuk mengungkap teror bom di kediaman pimpinan KPK Agus Rahardjo dan Laode M Syarief. Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni yakin Polri akan segera mampu mengungkap kasus ini.

Ia pun meminta semua pihak tak menduga-duga pelaku yang atas bertanggungjawab atas peristiwa tersebut. “Kita tentunya mengutuk keras teror bom yang diarahkan kepada pimpinan lembaga negara. Saya meminta Polri bergerak cepat dalam pengusutan kasus ini. Saya yakin Polri dengan kemampuannya di bidang pemberantasan terorisme akan mampu mengungkap kasus ini,” kata Sahroni dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Rabu (9/1/2019).

Ia berpesan semua pihak untuk tak saling menuding siapa aktor di balik kejadian teror bom di rumah pimpinan KPK. “Kita tunggu pengungkapan dilakukan oleh Polri yang tentunya sudah membentuk tim mengusut teror bom ini,” ujarnya. (Baca juga: Rumah Dua Pimpinan KPK Diteror Bom Molotov, Polri Kerahkan Densus 88)



Menyikapi peristiwa teror bom ini, Sahroni menilai ada upaya membuat kekacauan jelang Pemilu serentak yang pelaksanaannya hanya menyisakan beberapa bulan lagi. Sahroni menduga pelaku sengaja membidik sasaran tokoh penting, dalam hal ini pimpinan KPK karena disinyalir akan menarik perhatian dengan harapan membuat masyarakat panik dan tidak aman.

Ia juga meminta berbagai pihak tak lantas mengaitkan teror bom ini dengan rangkain kejadian lainnya. Misalnya kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

“Ini peristiwa yang saya nilai sengaja menargetkan tokoh penting dengan tuhuan membuat keresahan jelang Pemilu serentak. Pemerintah, dalam hal ini melalui Polri harus membuktikan diri kesiapan menangani berbagai ancaman teror yang berpotensi mengganggu keberlangsungan Pemilu serentak. Masyarakat juga kita harapkan tak serta merta menjadi panik atas peristiwa ini,” tuturnya.

Politisi NasDem asal Jakarta Utara ini mengapresiasi sikap KPK yang menyerahkan sepenuhnya penuntasan kasus teror bom tersebut kepada Polri. Sahroni berharap teror terhadap pimpinan KPK yang belum diketahui motifnya ini tak lantas menyurutkan semangat komisi antirasuah tersebut untuk memerangi korupsi di Indonesia. (Baca juga: Usut Teror Bom, Polri Periksa Saksi dan CCTV Rumah Pimpinan KPK)

Peristiwa ini juga disebutkan Sahroni menjadi gambaran pentingnya pengamanan melekat baik terhadap pribadi maupun kediaman pimpinan lembaga negara. “Ke depan, pengamanan terhadap pimpinan lembaga harus lebih baik,” tegasnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo mengatakan, dari hasil rekaman CCTV menggambarkan dua pelaku pelempar bom molotov di kediaman Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, di Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan mengendari motor dan menggunakan helm full face. Polisi tengah menganalisis rekaman CCTV tersebut untuk memperoleh petunjuk siapa pelakunya.

Teror bom di rumah Laode diketahui sekitar pukul 05.30 WIB. Di lokasi terpisah, rumah Ketua KPK Agus Rahardjo di Bekasi juga diteror benda diduga bom oleh orang tidak dikenal.
(poe)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak