alexametrics

Suap Hibah KONI, KPK Dalami Keterlibatan Tim Verifikasi Kemenpora

loading...
Suap Hibah KONI, KPK Dalami Keterlibatan Tim Verifikasi Kemenpora
Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan, penyidik menemukan beberapa fakta baru ?kasus dugaan suap ?pengurusan pengajuan dan pencairan dana hibah pendampingan atlit-atlit Rp17,9 miliar dari Kemenpora ke KONI Pusat tahun anggaran 2018. Foto/SINDOphoto
A+ A-
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan keterlibatan sejumlah jajaran Tim Verifikasi Hibah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan, penyidik menemukan beberapa fakta baru ‎kasus dugaan suap ‎pengurusan pengajuan dan pencairan dana hibah pendampingan atlit-atlit Rp17,9 miliar dari Kemenpora ke KONI Pusat tahun anggaran 2018. Pertama, ada dugaan keterlibatan sejumlah jajaran Tim Verifikasi Hibah Kemenpora. Dugaan tersebut tidak hanya pada satu proposal dana hibah yang diajukan KONI Pusat tapi juga proposal dari lembaga lain.

Febri membenarkan saat disinggung bahwa khusus untuk dugaan keterlibatan atas verifikasi proposal hibah yang diajukan KONI Pusat maka penyidik berusaha memastikan ada atau tidak dugaan penerimaan oleh sejumlah jajajaran Tim Verifikasi Hibah Kemenpora.



"Tentu pengembangan tersebut kami fokuskan pada bagaimana pengelolaan dan verifikasi hibahnya di Kemenpora. Karena kami menduga ada suap yang mengalir pada sejumlah pejabat di Kemenpora," tegas Febri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (8/1/2018).

Mantan pegawai fungsional pada Direktorat Gratifikasi KPK ini membeberkan, selama pekan pertama dan pekan kedua Januari ini ada sejumlah jajaran Tim Verifikasi Hibah Kemenpora yang diperiksa sebagai saksi. Pada Senin (7/1) tim penyidik memeriksa tiga saksi.
Mereka yakni ‎‎Asisten Deputi III sekaligus Tenaga Keolahragaan Kemenpora Herman Chaniago, Kabid pada Asisten Deputi Pembibitan dan Iptek Olahraga Kemenpora sekaligus anggota Tim Verifikasi Hibah Kemenpora Bambang Siswanto, dan Plt Asisten Deputi IV Organisasi Prestasi Kemenpora Arsani.

Sebelumnya Jumat (4/1) penyidik juga memeriksa tiga saksi. Mereka yakni Kabid Olahraga Nasional Kemenpora sekaligus Ketua Tim Verifikasi Hibah Deputi IV dan Ketua Tim Verifikasi Kemenpora untuk Asian Games 2018 Muhammad Yunus, Sekretaris Tim Verifikasi Hibah Deputi IV Cucu Sundara, dan Kabag Hukum Kemenpora Yusuf Suparman.

Enam saksi tersebut, tutur Febri, diperiksa sebagai saksi untuk tersangka pemberi suap Sekretaris Jenderal ‎Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Ending Fuad Hamidy. Febri membeberkan, secara umum ada dua materi yang dikonfirmasi dan didalami penyidik terhadap para saksi.

Pertama, tugas pokok dan fungsi (tupoksi) serta peranan saksi dalam jabatan masing-masing di kedeputian masing-masing di Kemenpora. Kedua, peran tim verifikasi dalam melakukan tugasnya memverifikasi proposal-proposal yang masuk dari KONI kepada Kemenpora.

"Jadi dalam rangkain pemeriksaan kami mendalami ‎ketika proposal diajukan sejauh mana peran tim verifikasi untuk bisa melihat apakah hibah tersebut dapat diberikan atau tidak dapat diberikan, rasional diberikan atau tidak misalnya. Juga terkait dengan Apakah kegiatannya itu benar ada dan memungkinkan dilakukan dalam waktu yang tersedia tersebut," bebernya.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak