Doktor Lulusan Harvard Sukidi Ajak Masyarakat Bersikap Kritis pada Kekuasaan
Selasa, 30 April 2024 - 22:00 WIB
loading...
A
A
A
"Ketika etika diinjak-injak, ketika kecurangan merajalela, ketika penyalahgunaan kekuasan terjadi, maka kaum intelektual di kampus itu berdiam diri. Kalaupun ada, makanya satu-satunya rektor di Indonesia yang berani mengatakan bahwa demokrasi dibunuh oleh, lanjutkan sendiri, itu hanya dia (Rektor UII Prof Fathul Wahid) dan atas keberanian dia saya memberikan apresiasi," tuturnya.
"Kita dalam situasi yang amat sangat bahaya, tapi kita tidak sadari. Konstitusi akhirnya mengalami sehelai kertas saja," imbuhnya.
Sukidi menilai Indonesia saat ini dalam situasi berbahaya, konstitusi seolah hanya berupa sehelai kertas belaka. Dia khawatir, konsitusi, undang-undang, ketetapan MPR dan lainnya sekedar sehelai kertas, tak mampu mengubah masyarakat dan penyelenggara negara, yang mana menjadi alarm terbesar bagi Indonesia.
Baca juga: Mahfud MD Prihatin Lepasnya Moral dan Etika dalam Berhukum di Indonesia
Batas-batas baik dan buruk, benar dan salah telah menjadi remang, sehingga orang tidak tahu lagi mana yang baik dan buruk, benar dan salah, semua akhirnya tergantung kekuasaan.
"Kita dalam situasi yang amat sangat bahaya, tapi kita tidak sadari. Konstitusi akhirnya mengalami sehelai kertas saja," imbuhnya.
Sukidi menilai Indonesia saat ini dalam situasi berbahaya, konstitusi seolah hanya berupa sehelai kertas belaka. Dia khawatir, konsitusi, undang-undang, ketetapan MPR dan lainnya sekedar sehelai kertas, tak mampu mengubah masyarakat dan penyelenggara negara, yang mana menjadi alarm terbesar bagi Indonesia.
Baca juga: Mahfud MD Prihatin Lepasnya Moral dan Etika dalam Berhukum di Indonesia
Batas-batas baik dan buruk, benar dan salah telah menjadi remang, sehingga orang tidak tahu lagi mana yang baik dan buruk, benar dan salah, semua akhirnya tergantung kekuasaan.
Lihat Juga :