Koalisi Gemuk Dinilai Tak Jarang Sebabkan Pemerintahan Tidak Efisien
Minggu, 28 April 2024 - 08:59 WIB
loading...
A
A
A
“Problematika sistem presidensial pada umumnya terjadi ketika dikombinasikan dengan sistem multipartai, apalagi tidak ada single majority party yang memperoleh suara lebih dari 50 persen plus 1,” ucapnya.
Baca juga: Bertemu Surya Paloh, Prabowo: Kami Sepakat Kerja Sama
Lebih lanjut dia mengatakan, persoalan kerap muncul ketika terjadi fragmentasi dan polarisasi yang tinggi, sehingga berdampak pada sikap politik di parlemen yang dapat mengganggu relasi lembaga eksekutif dengan legislatif. Atas dasar itulah, lanjut dia, siapa pun pemenang pilpres cenderung mengambil langkah politik kompromis dengan merangkul lawan politik untuk menghindari deadlock.
Baca juga: PKS Atur Jadwal untuk Bertemu Prabowo
“Sistem ini di satu sisi menciptakan stabilitas pemerintahan tetapi di sisi lain kabinet pemerintahan yang dibentuk dari hasil kompromi ini menyebabkan prinsip checks and balances tidak berjalan maksimal,” pungkasnya.
Baca juga: Bertemu Surya Paloh, Prabowo: Kami Sepakat Kerja Sama
Lebih lanjut dia mengatakan, persoalan kerap muncul ketika terjadi fragmentasi dan polarisasi yang tinggi, sehingga berdampak pada sikap politik di parlemen yang dapat mengganggu relasi lembaga eksekutif dengan legislatif. Atas dasar itulah, lanjut dia, siapa pun pemenang pilpres cenderung mengambil langkah politik kompromis dengan merangkul lawan politik untuk menghindari deadlock.
Baca juga: PKS Atur Jadwal untuk Bertemu Prabowo
“Sistem ini di satu sisi menciptakan stabilitas pemerintahan tetapi di sisi lain kabinet pemerintahan yang dibentuk dari hasil kompromi ini menyebabkan prinsip checks and balances tidak berjalan maksimal,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :