Koalisi Gemuk Dinilai Tak Jarang Sebabkan Pemerintahan Tidak Efisien

Minggu, 28 April 2024 - 08:59 WIB
loading...
Koalisi Gemuk Dinilai...
Presiden terpilih Prabowo Subianto saat menerima kedatangan jajaran pimpinan Partai Nasdem di kediamannya di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan. Foto/Jonathan Simanjuntak/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Analis Sosial Politik Karyono Wibowo menilai koalisi gemuk tak jarang menyebabkan pemerintahan tidak efektif dan tidak efisien. Apalagi, kata dia, jika prinsip dasar pembentukan kabinet pemerintahan sekadar dimaknai bagi bagi kekuasaan, maka orientasi pembangunan nasional bisa bergeser menjadi sekadar pemenuhan kepentingan kelompok.

“Karenanya, perlu ada partai di luar pemerintahan yang berfungsi untuk mengontrol jalannya pemerintahan agar ada check and balance yang diharapkan meminimalisasi terjadinya penyimpangan kekuasaan (abuse of power),” kata Karyono, Minggu (28/4/2024).

Dia mengakui model koalisi kabinet pemerintahan dalam sistem presidensial di Indonesia khas, berbeda dengan Amerika Serikat dan negara lainnya. Dia menuturkan, di Indonesia terutama pascareformasi, format koalisi partai dalam penyusunan kabinet lebih menggunakan pendekatan merangkul lawan politik yang bertujuan untuk menciptakan stabilitas pemerintahan.

Baca juga: JK Ingatkan Oposisi Diperlukan untuk Mengoreksi



“Pemenang pilpres tidak mengambil semua posisi (the winner take all) dalam pemerintahan. Maka wacana bergabungnya partai Nasdem, PKB, dan partai lainnya yang kalah dalam pilpres bukan hal baru,” tuturnya.

Dia mengatakan, kabinet pemerintahan sebelumnya juga dibentuk dengan merangkul partai-partai di luar koalisi yang menjadi lawan politik dalam kompetisi pilpres. Dia menambahkan, hal itu terjadi untuk mengatasi problematika presidensialisme di tengah sistem multipartai.

“Problematika sistem presidensial pada umumnya terjadi ketika dikombinasikan dengan sistem multipartai, apalagi tidak ada single majority party yang memperoleh suara lebih dari 50 persen plus 1,” ucapnya.

Baca juga: Bertemu Surya Paloh, Prabowo: Kami Sepakat Kerja Sama

Lebih lanjut dia mengatakan, persoalan kerap muncul ketika terjadi fragmentasi dan polarisasi yang tinggi, sehingga berdampak pada sikap politik di parlemen yang dapat mengganggu relasi lembaga eksekutif dengan legislatif. Atas dasar itulah, lanjut dia, siapa pun pemenang pilpres cenderung mengambil langkah politik kompromis dengan merangkul lawan politik untuk menghindari deadlock.

Baca juga: PKS Atur Jadwal untuk Bertemu Prabowo

“Sistem ini di satu sisi menciptakan stabilitas pemerintahan tetapi di sisi lain kabinet pemerintahan yang dibentuk dari hasil kompromi ini menyebabkan prinsip checks and balances tidak berjalan maksimal,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jokowi Minta PSI Dukung...
Jokowi Minta PSI Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode, AHY: Pemilu 2029 Masih Lama
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
Wapres Gibran Sosialisasikan...
Wapres Gibran Sosialisasikan Program Kampung Haji saat Hadiri Haul Pendiri NU
Ubedilah Badrun dkk...
Ubedilah Badrun dkk Dirikan Barisan Oposisi Indonesia, Ini Tujuannya
Gibran Berpotensi Jadi...
Gibran Berpotensi Jadi Capres 2029, Jokowi: Prabowo-Gibran 2 Periode, Sudah Itu Saja
Senjakala Oposisi dalam...
Senjakala Oposisi dalam Labirin Koalisi Permanen
DPC Garda Satu se-Malang...
DPC Garda Satu se-Malang Raya Resmi Dikukuhkan, Tegaskan Dukung Program Prabowo-Gibran
Setahun Kabinet Merah...
Setahun Kabinet Merah Putih, Akademisi: Pemerintah Bangun Fondasi Kuat Pendidikan
Friedrich Merz Terpilih...
Friedrich Merz Terpilih sebagai Kanselir Jerman pada Upaya Kedua
Rekomendasi
Aroma Konspirasi Mencuat:...
Aroma Konspirasi Mencuat: Gol Dianulir Wasit, Iran Gagal Lolos Otomatis ke Fase Gugur
Mohamed Salah Cedera,...
Mohamed Salah Cedera, Mesir Deg-degan Jelang Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Finance Catat Kinerja Terbaik Selama Lima Tahun Berturut-turut
Berita Terkini
Jokowi Pakai Baju Berlogo...
Jokowi Pakai Baju Berlogo PSI: Artinya Tahu Sendiri
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Kemhan Beberkan Materi...
Kemhan Beberkan Materi Latihan Fisik Calon Manajer Kopdes: Baris-berbaris hingga Hormat Militer
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
DPR Desak Latsarmil...
DPR Desak Latsarmil Peserta SPPI Disetop: Nyawa Jangan Dianggap Enteng!
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Infografis
Kurang Tidur Sebabkan...
Kurang Tidur Sebabkan Tidak Bahagia dan Cemas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved