Waketum MUI Ingatkan Persaingan Harus Menyenangkan dan Berikan Harapan
Sabtu, 27 April 2024 - 13:11 WIB
loading...
A
A
A
"Anak-anak kita, anak-anak Indonesia yang saat ini baru lahir atau sedang berada pada usia pendidikan awal harus diusahakan kecukupan gizinya agar mampu menjadi generasi unggul, agar generasi ini menjadi role player of the game, merekalah pemain inti dalam Indonesia Emas 2045," kata pengasuh Pondok Pesantren Ekonomi Darul Uchwah ini.
Ia melihat presiden dan wakil presiden terpilih 2024-2029, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mempunyai visi dan misi dalam kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas pembangunan. Sebuah program welfare state development yang menempatkan warga negara sebagai kekuatan sosial sesuai amanat UUD 1945.
Program makan siang dan susu gratis adalah social buffering, penunjang kesenjangan sosial yang sering disalah-artikan oleh para kritikus sebagai program pemborosan. Menurut Kiai Marsudi, para kritikus ini seharusnya melihat realitas kehidupan masyarakat, bahwa kesenjangan sosial ini memerlukan terobosan yang ready to serve bukan sekedar ready to act.
"Tentu saja harapan ke depan adalah adanya budaya, kebiasaan masyarakat terhadap menjaga ketersediaan gizi bagi anak-anak sekolah. Karena merekalah tumpuan, merekalah lini terdepan dalam pembangunan kualitas manusia Indonesia," katanya.
Menurutnya, kesejahteraan masyarakat harus dibangun dengan hadirnya negara dalam usaha meningkatkan kualitas hidup sosial. Hadirnya negara dalam makan siang dan susu gratis sebagai bentuk usaha melakukan lompatan kemajuan, sebuah quantum leap menciptakan generasi Indonesia Emas 2045.
Persoalan lain yang tak kalah penting adalah infrastruktur penunjang dalam pembelajaran. Perlu dipersiapkan infrastuktur fisik maupun sosial untuk menunjang para siswa sejak mereka berangkat hingga pulang kembali ke rumah.
Ketika bersekolah, bukan sekadar menerima ilmu, tapi pembangunan kualitas sumber daya manusia diciptakan melalui pendidikan akhlak dan pendisikan sosial yang belakangan sejak era reformasi ini mulai kurang.
Ia melihat presiden dan wakil presiden terpilih 2024-2029, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mempunyai visi dan misi dalam kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas pembangunan. Sebuah program welfare state development yang menempatkan warga negara sebagai kekuatan sosial sesuai amanat UUD 1945.
Program makan siang dan susu gratis adalah social buffering, penunjang kesenjangan sosial yang sering disalah-artikan oleh para kritikus sebagai program pemborosan. Menurut Kiai Marsudi, para kritikus ini seharusnya melihat realitas kehidupan masyarakat, bahwa kesenjangan sosial ini memerlukan terobosan yang ready to serve bukan sekedar ready to act.
"Tentu saja harapan ke depan adalah adanya budaya, kebiasaan masyarakat terhadap menjaga ketersediaan gizi bagi anak-anak sekolah. Karena merekalah tumpuan, merekalah lini terdepan dalam pembangunan kualitas manusia Indonesia," katanya.
Menurutnya, kesejahteraan masyarakat harus dibangun dengan hadirnya negara dalam usaha meningkatkan kualitas hidup sosial. Hadirnya negara dalam makan siang dan susu gratis sebagai bentuk usaha melakukan lompatan kemajuan, sebuah quantum leap menciptakan generasi Indonesia Emas 2045.
Persoalan lain yang tak kalah penting adalah infrastruktur penunjang dalam pembelajaran. Perlu dipersiapkan infrastuktur fisik maupun sosial untuk menunjang para siswa sejak mereka berangkat hingga pulang kembali ke rumah.
Ketika bersekolah, bukan sekadar menerima ilmu, tapi pembangunan kualitas sumber daya manusia diciptakan melalui pendidikan akhlak dan pendisikan sosial yang belakangan sejak era reformasi ini mulai kurang.
Lihat Juga :