Waketum MUI Ingatkan Persaingan Harus Menyenangkan dan Berikan Harapan
Sabtu, 27 April 2024 - 13:11 WIB
loading...
A
A
A
Pancasila sebagai pedoman bangsa harus menjadi garis batas sosial pembentukan perilaku Generasi Emas 2045. Dalam hal ini perilaku masyarakat perlu juga mendapat perhatian khusus untuk melakukan lompatan pembangunan tersebut, perlu dibuatkan Pedoman Sosial Bermasyarakat agar indonesia tetap menjadi negara santun dengan semangat gotong royong.
"Kegembiraan masyarakat sepak bola yang jagonya menang dan pelaksanaan agenda politik yang telah berjalan dengan liku-liku problematikanya telah dilewati. Sekarang tinggal program-program yang ditawarkan masa kampanye yang kemudian harus dilaksanakan sebagai pemenuhan janji adalah sebuah kewajiban, yang diamanatkan dari hasil persaingan," katanya.
Kiai Marsudi memaparkan persaingan apa pun, baik dalam olahraga, bisnis, atau politik, hendaknya menjadi persaingan yang menyenangkan dan mempunyai harapan. Itu merupakan esensi ajaran agama Islam, sebagaimana dalam Sabda Nabi Muhammad SAW;
"Bergembiralah dan berharaplah dengan sesuatu yang menyenangkan kalian. Demi Allah, bukan kefakiran yang aku khawatirkan menimpa kalian, tetapi yang aku khawatirkan ialah terbentangnya dunia pada kalian sebagaimana dibentangkan kepada orang-orang sebelum kalian, sehingga kalian berlomba-lomba sebagaimana mereka berkompetisi, lalu dunia membinasakan kalian sebagaimana membinasakan mereka".
"Kalah menang itulah persaingan, jangan sampai persaingan membinasakan kita, tapi jadikanlah persaingan yang menggembirakan dan tetap mempunyai harapan ke depan. Bagi yang belum berhasil katakanlah saya baru sampai di sini dan saya masih mempunyai harapan ke depan. Jangan katakan pada dirinya sendiri dan orang lain saya kalah. Inilah esensi persaingan untuk mencari yang terbaik dalam hal apa saja, ayyukum ahsanu 'amala," kata Kiai Marsudi Syuhud.
"Kegembiraan masyarakat sepak bola yang jagonya menang dan pelaksanaan agenda politik yang telah berjalan dengan liku-liku problematikanya telah dilewati. Sekarang tinggal program-program yang ditawarkan masa kampanye yang kemudian harus dilaksanakan sebagai pemenuhan janji adalah sebuah kewajiban, yang diamanatkan dari hasil persaingan," katanya.
Kiai Marsudi memaparkan persaingan apa pun, baik dalam olahraga, bisnis, atau politik, hendaknya menjadi persaingan yang menyenangkan dan mempunyai harapan. Itu merupakan esensi ajaran agama Islam, sebagaimana dalam Sabda Nabi Muhammad SAW;
"Bergembiralah dan berharaplah dengan sesuatu yang menyenangkan kalian. Demi Allah, bukan kefakiran yang aku khawatirkan menimpa kalian, tetapi yang aku khawatirkan ialah terbentangnya dunia pada kalian sebagaimana dibentangkan kepada orang-orang sebelum kalian, sehingga kalian berlomba-lomba sebagaimana mereka berkompetisi, lalu dunia membinasakan kalian sebagaimana membinasakan mereka".
"Kalah menang itulah persaingan, jangan sampai persaingan membinasakan kita, tapi jadikanlah persaingan yang menggembirakan dan tetap mempunyai harapan ke depan. Bagi yang belum berhasil katakanlah saya baru sampai di sini dan saya masih mempunyai harapan ke depan. Jangan katakan pada dirinya sendiri dan orang lain saya kalah. Inilah esensi persaingan untuk mencari yang terbaik dalam hal apa saja, ayyukum ahsanu 'amala," kata Kiai Marsudi Syuhud.
(maf)
Lihat Juga :