Usut Dugaan Ancaman terhadap Deklarator KAMI

Selasa, 18 Agustus 2020 - 10:55 WIB
loading...
Usut Dugaan Ancaman...
Din Syamsuddin dan sejumlah tokoh saat pradeklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia, Minggu (2/8/2020). Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Anggota DPR dari Fraksi PAN Guspardi Gaus sangat prihatin atas adanya dugaan ancaman terhadap Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang mendeklarasikan diri di Tugu Proklamasi , Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2020). Hal ini disampaikan langsung deklarator KAMI Din Syamsuddin pada Sabtu (15/8/2020) lalu bahwa jelang deklarasi, sejumlah deklarator diduga mendapatkan gangguan bernada ancaman dan teror dari orang tak dikenal.

"Seharusnya jangan ada pihak yang coba menghalang-halangi serta melakukan gangguan bernada ancaman atau intimidasi kepada tokoh dan inisiator KAMI. Ini bisa diartikan sebagai bentuk pembungkaman terhadap demokrasi. Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat. Dan hal ini dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945 dan Deklarasi Universal Hak-hak Asasi Manusia yang merupakan perwujudan demokrasi," kata Guspardi kepada wartawan, Selasa (18/8/2020).

Guspardi menambahkan, di zaman digitalisasi sekarang ini, berbagai pihak dengan mudahnya melakukan tindakan yang tidak rasional melakukan ancaman dan teror kepada pihak yang tidak disukainya dengan menyalahgunakan teknologi.

(Baca juga: Amien Rais Bakal Hadiri Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia? Ini Respons Panitia ).

"Pemerintah yang sekarang harus terbebas dari pola lama seperti orde baru yang otororiter dan jangan terjerumus dengan pola otoritarianisme baru yang implikasinya akan merugikan pemerintah itu sendiri pada akhirnya," pintanya.

Untuk itu, Guspardi berharap agar aparat kepolisian segera mengusut dan mengungkap pihak mana yang diduga melakukan gangguan dan teror bernada ancaman, serta meminta pihak yang melakukan ancaman itu untuk segera berhenti melakukan intimidasi tersebut.

(Baca juga: KAMI Diklaim Gerakan Moral Berdimensi Politik tapi Bukan Politik Praktis ).

"Langkah ini sebagai bentuk pembuktian perwujudan kebebasan berpendapat, berserikat dan berkumpul adalah hak setiap warga negara yang dijamin oleh undang-undang di Indonesia," tegas anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR ini.

Guspardi melihat, kehadiran gerakan KAMI ini seharusnya dapat dimaknai sebagai upaya memperkaya khazanah demokrasi Indonesia. Pemerintah sepatutnya memberikan ruang dan menjamin keberadaannya.

"Hal ini layak disikapi sebagai bagian dari demokrasi Indonesia untuk mengingatkan dan mengkritisi pemerintah agar mampu menjalankan kebijakan demi kebaikan dan kesejahteraan masyarakat, bangsa dan negara sebagai wujud kepedulian dan keresahan elemen bangsa yang prihatin dan peduli terhadap perkembangan bangsa Indonesia ke depan," pungkasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bertemu JK, Din Syamsuddin...
Bertemu JK, Din Syamsuddin Berencana Laporkan Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie
Din Syamsuddin Desak...
Din Syamsuddin Desak Polisi Hentikan Laporan ke JK Kasus Dugaan Penistaan Agama
Gandeng JK hingga Said...
Gandeng JK hingga Said Aqil, Din Syamsuddin Inisiasi Aliansi Global untuk Kemanusiaan
Dubes Iran Bertemu Din...
Dubes Iran Bertemu Din Syamsuddin dan Tokoh Islam, Gaungkan Kampanye Anti-Perang
Ubedilah Badrun Prediksi...
Ubedilah Badrun Prediksi PDIP Jadi Oposisi Total 1,5 Tahun sebelum Pemilu 2029
Ubedilah Badrun dkk...
Ubedilah Badrun dkk Dirikan Barisan Oposisi Indonesia, Ini Tujuannya
Khotbah Iduladha di...
Khotbah Iduladha di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Din Syamsuddin Tekankan Pentingnya Persatuan Umat Islam
Din Syamsuddin Sebut...
Din Syamsuddin Sebut Penetapan Roy Suryo Cs Jadi Tersangka Tak Sesuai Nilai Etika Moral, Hukum, dan Politik
Jaksa Turki Tuntut Hukuman...
Jaksa Turki Tuntut Hukuman 2.430 Tahun Penjara untuk Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu
Rekomendasi
Justin Hubner Bisa Absen...
Justin Hubner Bisa Absen Perkuat Timnas Indonesia Lawan Mozambik
Jurus China Singkirkan...
Jurus China Singkirkan Mobil PHEV Eropa dari Pasar Otomotif
Doa Memasuki Tahun Baru...
Doa Memasuki Tahun Baru Islam, Jangan Lupa Diamalkan!
Berita Terkini
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved