alexametrics

Perempuan Pelaku Korupsi Kian Meningkat Selama Kurun 11 Tahun

loading...
Perempuan Pelaku Korupsi Kian Meningkat Selama Kurun 11 Tahun
Dialog Akhir Tahun 2018 dengan tajuk 'Perempuan dalam Lingkaran Korupsi' yang dihelat Estetika Institute, di Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (26/12/2018). Foto/SINDOnews/Sabir Laluhu
A+ A-
JAKARTA - Perempuan yang menjadi pelaku tindak pidana korupsi semakin meningkat selama kurun 11 tahun dan terutama pada 2018. Hal tersebut terungkap dalam acara Dialog Akhir Tahun 2018 dengan tajuk 'Perempuan dalam Lingkaran Korupsi' yang dihelat Estetika Institute, di Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (26/12/2018).

Ada empat orang yang tampil sebagai narasumber yakni Direktur Eksekutif Estetika Institute Estetika Handayani, Jurnalis KORAN SINDO sekaligus penulis buku Sabir Laluhu, Program Manager Indonesia Corruption Watch (ICW) Siti Juliantari, dan Koordinator Nasional Gerakan Saya Perempuan Antikorupsi (SPAK) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Judi Kristanti.

Estetika Handayani membeberkan, era demokrasi saat ini membuka peluang sebesar-besarnya setiap individu masyarakat baik laki-laki maupun perempuan untuk mengambil bagian, berperan, dan berpartisipasi aktif dalam kebijakan publik hingga menduduki posisi strategis. Dalam konteks perempuan,‎ kemudian ada partisipasi 30% perempuan di kancah politik.



Dia membeberkan saat perempuan sudah masuk dalam pelaksanaan kebijakan publik, pengambilan keputusan, menduduki posisi strategis hingga terjun ke kancah politik maka perempuan juga rentan dengan praktik koruptif. Hal tersebut, tutur Estetika, bisa dilihat dari berbagai kasus yang ditangani para penegak hukum termasuk KPK.

Dia menggariskan lembaga sudah menghimpun data dari KPK dan ICW tentang jumlah perempuan pelaku korupsi sepanjang 2007 hingga 2017. ‎Sepanjang 10 tahun tersebut ada total 78 orang perempuan yang menjadi pelaku korupsi mulai dari ditersangkakan hingga menjadi terpidana.

"Dari tahun 2007 sampai 2014 ada 29 orang. Nah untuk tahun 2014 sampai 2017 itu ada 48 orang. Ini belum lagi data terbaru di 2018. Jadi memang korupsi dengan pelaku perempuan kalau dilihat data itu menunjukkan semakin meningkat," jelas Estetika.

Estetika mengungkapkan guna mengantisipasi tindakan korupsi dengan pelaku perempuan maka ada beberapa langkah yang ‎harus diantisipasi dan menjadi langkah pencegahan. Di antaranya peningkatan upaya pendidikan dan edukasi formal dan nonformal antikorupsi, peningkatan gerakan antisuap, roadshow dan kampanye lingkungan bebas korupsi, dan partisipasi millenial antikorupsi.

"Selain itu pencegahan bisa dimulai dari keluarga. Perempuan sebagai seorang istri, harus bisa mencegah dan mengingatkan suami agar tidak melakukan korupsi. Sebagai ibu, perempuan harus memberikan pendidikan dalam keluarga kepada anak mulai dari nilai integritas dan berlaku jujur," ucapnya.

Sabir Laluhu menuturkan kalau melihat data yang dimiliki KPK atas penanganan berbagai kasus (perkara) korupsi sepanjang 2004 hingga 2018 (September) ada total 915 yang diseret menjadi tersangka maupun hingga menjadi terpidana. Masih berdasarkan data KPK, pada 2018 ini saja ada 28 kali operasi tangkap tangan (OTT).
halaman ke-1 dari 3
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak