Kemenag Libatkan Penghulu dan Penyuluh Jadi Aktor Resolusi Konflik Keagamaan
Selasa, 23 April 2024 - 16:30 WIB
loading...
Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Kemenag Adib mengatakan, pihanya melibatkan penghulu dan penyuluh untuk jadi aktor resolusi konflik keagamaan. Foto/Kemenag
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) terus berupaya mencegah konflik sosial berdimensi agama di masyarakat. Salah satunya dengan melibatkan penghulu dan penyuluh agama untuk menjadi aktor resolusi konflik.
Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Kemenag Adib mengatakan, penanganan konflik sosial berdimensi keagamaan membutuhkan keberanian dan kecintaan pada perdamaian. Untuk itu, Kemenag membuka pendaftaran Sekolah Penyuluh dan Penghulu Aktor Resolusi Konflik (SPARK) 2024, yang dimulai pada 1 hingga 19 Mei 2024.
“Pendaftaran dan seleksi kami buka pada 1 hingga 19 Mei 2024, hasil seleksi akan diumumkan pada 20 Mei dan kegiatannya digelar pada 27 Mei hingga 26 Juli 2024,” ujar Adib, Selasa (23/4/2024).
Baca juga: Lahirkan Amil Zakat Berkualitas, Dirjen Bimas Islam Kemenag Usulkan Beasiswa untuk Pelajar
Adib menjelaskan, SPARK dirancang untuk mempertajam kepekaan dan kecakapan teknis para penyuluh dan penghulu dalam membuat keputusan ketika menghadapi atau mencegah konflik.
“Program ini dirancang untuk meningkatkan kepekaan dan kecakapan teknis para penyuluh dan penghulu dalam menangani atau mencegah konflik sosial berdimensi keagamaan,” terangnya.
Baca juga: Kemenag Latih Ratusan Penyuluh Agama Dukung 1.000 Kampung Moderasi
Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Kemenag Adib mengatakan, penanganan konflik sosial berdimensi keagamaan membutuhkan keberanian dan kecintaan pada perdamaian. Untuk itu, Kemenag membuka pendaftaran Sekolah Penyuluh dan Penghulu Aktor Resolusi Konflik (SPARK) 2024, yang dimulai pada 1 hingga 19 Mei 2024.
“Pendaftaran dan seleksi kami buka pada 1 hingga 19 Mei 2024, hasil seleksi akan diumumkan pada 20 Mei dan kegiatannya digelar pada 27 Mei hingga 26 Juli 2024,” ujar Adib, Selasa (23/4/2024).
Baca juga: Lahirkan Amil Zakat Berkualitas, Dirjen Bimas Islam Kemenag Usulkan Beasiswa untuk Pelajar
Adib menjelaskan, SPARK dirancang untuk mempertajam kepekaan dan kecakapan teknis para penyuluh dan penghulu dalam membuat keputusan ketika menghadapi atau mencegah konflik.
“Program ini dirancang untuk meningkatkan kepekaan dan kecakapan teknis para penyuluh dan penghulu dalam menangani atau mencegah konflik sosial berdimensi keagamaan,” terangnya.
Baca juga: Kemenag Latih Ratusan Penyuluh Agama Dukung 1.000 Kampung Moderasi
Lihat Juga :