Peringati Hari Kartini, Sivitas Akademika Perempuan UGM Keluarkan Sikap atas Rusaknya Demokrasi
Minggu, 21 April 2024 - 13:55 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengatakan, banyaknya pelanggaran etika dan aturan yang menurunkan kepercayaan rakyat pada proses demokrasi bukan hanya merusak legitimasi hasil pemilu itu sendiri, melainkan juga menjadi sinyal jelas mundurnya demokrasi di Indonesia.
Baca juga: Jadi Anak Kandung Reformasi, MK Diharapkan Terus Jaga dan Rawat Demokrasi
"Kasus kecurangan pemilu adalah peringatan keras bagi kita bahwa demokrasi bukanlah sesuatu yang diberikan begitu saja, tetapi sesuatu yang harus terus kita perjuangkan dan jaga. Jika proses pemilihan umum tidak adil dan transparan, maka demokrasi kita akan hampa makna, dan kepercayaan rakyat akan runtuh," katanya.
Karena itu, kata dia, proses sengketa Pilpres 2024 yang sedang bergulir di Mahkamah Konstitusi (MK) memiliki peran penting dalam menyelamatkan demokrasi. MK sendiri akan membacakan PHPU atau sengketa Pilpres 2024 pada Senin (22/4/2024) besok.
Baca juga: Jadi Anak Kandung Reformasi, MK Diharapkan Terus Jaga dan Rawat Demokrasi
"Kasus kecurangan pemilu adalah peringatan keras bagi kita bahwa demokrasi bukanlah sesuatu yang diberikan begitu saja, tetapi sesuatu yang harus terus kita perjuangkan dan jaga. Jika proses pemilihan umum tidak adil dan transparan, maka demokrasi kita akan hampa makna, dan kepercayaan rakyat akan runtuh," katanya.
Karena itu, kata dia, proses sengketa Pilpres 2024 yang sedang bergulir di Mahkamah Konstitusi (MK) memiliki peran penting dalam menyelamatkan demokrasi. MK sendiri akan membacakan PHPU atau sengketa Pilpres 2024 pada Senin (22/4/2024) besok.
(abd)
Lihat Juga :