Pelopor Seni Rupa AI, 5 Lukisan Denny JA Akan Dipamerkan di IMLF 2
Sabtu, 20 April 2024 - 21:00 WIB
loading...
A
A
A
Untuk lukisan terkenal Monalisa, misalnya, karya legenda Leonardo da Vinci. Denny JA melukis ulang Monalisa, tapi latar belakangnya adalah Jakarta tempo dulu.
Atau lukisan terkenal Michael Angelo: The Creation of Adam. Oleh Denny, tangan manusia itu diganti dengan tangan robot, sesuai dengan trend zaman ini. Denny juga mengulas 20 pelukis dunia itu soal karya, filosofi, dan sisi penting karya mereka.
Buku keempat: Derita Palestina dan Telinga Yang Lebih Besar, Januari 2024. Buku ini berisi 62 lukisan Denny JA soal derita anak-anak di Gaza. Namun buku ini juga merekam tokoh dunia dengan telinga yang lebih besar.
"Pemimpin dan pemikir perlu memiliki telinga lebih besar, agar lebih mendengar suara rakyatnya," tuli Denny dikutp Sabtu (20/4/2024).
Denny JA sedang menuntaskan buku kelima yang berisi puluhan lukisannya soal Pemilu Presiden Indonesia 2024 dan dokumentasi wabah Covid-19 yang selama tiga tahun mencengkram Indonesia dan dunia.
Sebuah hotel berlantai enam di daerah Mahakam, Kebayoran Baru Jakarta (Mahakam Residence) sedang berproses menggunakan seluruh lantai luarnya, enam tingkat untuk menjadi galeri bagi sekitar 166 lukisan terpilih Denny JA.
Setiap lantai berisi tema yang berbeda. Ada lantai dengan tema Pilpres 2024 dan wabah Covid-19. Ada lantai soal derita anak-anak Gaza. Juga lantai dengan topik meditasi dan power of silence.
Denny JA bercerita ia menggunakan lima aplikasi AI. Namun AI itu hanya membantu hal teknis. “Filosofi lukisan, komposisi, dan kuasan terakhir untuk menumbuhkan emosi, tetap saya lakukan sendiri,” jelas Denny.
Namun kuas dan cat yang Denny gunakan bukan kuas dan cat biasa tapi kuas dan cat elektronik. Denny tetap menghargai para pelukis konvensional yang menggunakan tangan, kuas, dan cat biasa.Baca juga: Israel Gunakan WhatsApp Meta untuk Bunuh Warga Palestina di Gaza dengan Sistem AI
“Namun saya menggunakan kemajuan teknologi untuk berkarya. Sebagaimana saya tak perlu lagi menghitung yang rumit secara manual karena ada kalkulator, saya pun tak perlu lagi melukis dengan kuas biasa karena sudah ada aplikasi Artificial Intelligence," tutupnya.
Atau lukisan terkenal Michael Angelo: The Creation of Adam. Oleh Denny, tangan manusia itu diganti dengan tangan robot, sesuai dengan trend zaman ini. Denny juga mengulas 20 pelukis dunia itu soal karya, filosofi, dan sisi penting karya mereka.
Buku keempat: Derita Palestina dan Telinga Yang Lebih Besar, Januari 2024. Buku ini berisi 62 lukisan Denny JA soal derita anak-anak di Gaza. Namun buku ini juga merekam tokoh dunia dengan telinga yang lebih besar.
"Pemimpin dan pemikir perlu memiliki telinga lebih besar, agar lebih mendengar suara rakyatnya," tuli Denny dikutp Sabtu (20/4/2024).
Denny JA sedang menuntaskan buku kelima yang berisi puluhan lukisannya soal Pemilu Presiden Indonesia 2024 dan dokumentasi wabah Covid-19 yang selama tiga tahun mencengkram Indonesia dan dunia.
Sebuah hotel berlantai enam di daerah Mahakam, Kebayoran Baru Jakarta (Mahakam Residence) sedang berproses menggunakan seluruh lantai luarnya, enam tingkat untuk menjadi galeri bagi sekitar 166 lukisan terpilih Denny JA.
Setiap lantai berisi tema yang berbeda. Ada lantai dengan tema Pilpres 2024 dan wabah Covid-19. Ada lantai soal derita anak-anak Gaza. Juga lantai dengan topik meditasi dan power of silence.
Denny JA bercerita ia menggunakan lima aplikasi AI. Namun AI itu hanya membantu hal teknis. “Filosofi lukisan, komposisi, dan kuasan terakhir untuk menumbuhkan emosi, tetap saya lakukan sendiri,” jelas Denny.
Namun kuas dan cat yang Denny gunakan bukan kuas dan cat biasa tapi kuas dan cat elektronik. Denny tetap menghargai para pelukis konvensional yang menggunakan tangan, kuas, dan cat biasa.Baca juga: Israel Gunakan WhatsApp Meta untuk Bunuh Warga Palestina di Gaza dengan Sistem AI
“Namun saya menggunakan kemajuan teknologi untuk berkarya. Sebagaimana saya tak perlu lagi menghitung yang rumit secara manual karena ada kalkulator, saya pun tak perlu lagi melukis dengan kuas biasa karena sudah ada aplikasi Artificial Intelligence," tutupnya.
(kri)
Lihat Juga :