Pelopor Seni Rupa AI, 5 Lukisan Denny JA Akan Dipamerkan di IMLF 2

Sabtu, 20 April 2024 - 21:00 WIB
loading...
Pelopor Seni Rupa AI,...
Langkah Denny JA memakai Artificial Intelligence (AI) merupakan suatu terobosan awal di dunia seni rupa Indonesia. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Langkah Denny JA memakai Artificial Intelligence (AI) merupakan suatu terobosan awal di dunia seni rupa Indonesia. Pasalnya, AI dalam lukisan juga dalam semua bidang lain termasuk hal baru.

Misalnya dalam film, dengan adanya AI apakah masih diperlukan akting dari para aktrisnya karena semua dapat diatur AI. Makanya kehadiran Denny JA dalam kancah seni rupa dan pastilah oleh sebagian kalangan dianggap “kontroversial”.

Baca juga: Microsoft dan OpenAI Bikin Superkomputer AI: Punya Sejuta Server, Dinamai Stargate

Tapi sebagai sesuatu yang awal hal itu wajar saja. Selalu ada pro kontra. Pelukis Amerika terkenal Andy Warhol saja ketika memulai genre “seni rupa kontemporer” banyak yang menentang. Sekarang malah diakui sebagai sebagai maestro seni rupa modern.

Demikian komentar Wina Armada Sukardi, kritikus seni rupa dan film Indonesia. Wina menyatakan pandangannya ketika mengamati lima lukisan Denny JA, yang akan diikutsertakan dalam pameran lukisan internasional International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) 2 pada Mei 2024 mendatang.

Denny JA membagikan lima lukisannya di media sosial dan WAG dengan pengantar sebagai berikut:

INTELEKTUAL SUMATeRA BARAT: DULU DAN SEKARANG

Dulu, Sumatera Barat menjadi ibu kandung banyak intelektual dan pemimpin besar Indonesia. Bagaimana sekarang?

Lima Lukisan AI Denny JA soal The Great Persons From West Sumatera:

1. Muhammad Hatta dan Perjuangan Indonesia Merdeka

2. Buya Hamka dan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

3. Sutan Sjahrir dan Tawanan Politik

4. Haji Agus Salim dan Sang Pemikir

5. Ruhana Kuddus sebagai Jurnalis Perempuan Pertama Indonesia

(Lima Lukisan ini akan ikut dipamerkan dalam International Minangkabau Literacy Festival 2, Mei 2024)

Denny JA sudah mendokumentasikan lebih dari 200 lukisannya yang dibantu Artificial Intelligence dalam empat buku yang sudah dipublikasikan. Buku pertama: The Power of Silence, November 2022. Buku ini berisi 73 lukisan Denny JA soal renungannya tentang filosofi hidup.

Dalam lukisan ini ditemukan begitu banyak kutipan mulai dari Buddha, Jalaluddin Rumi, Khrisnamurti, Dalai Lama, Oso, hingga pertanyaan perenial.

Buku kedua: Artificial Intelligence, Mungkinkah Menjadi Malin Kundang Baru, Juli 2023. Buku ini berisi 112 lukisan dengan tema yang lagi hits: kehadiran AI yang akan mengubah peradaban.

Ada lukisan di mana pernceramah agama sudah pula dilakukan oleh AI. Penulis, pelukis, analisa kesehatan, juga semakin banyak banyak menggunakan AI.

Akankah AI berperan seperti Malin Kundang? AI dibesarkan oleh manusia. Tapi seperti Malin Kundang, ia berkhianat pada manusia. Denny menulisakan ini dalam pengantar bukunya.

Buku ketiga: Melukis Karya 20 Pelukis Dunia, Agustus 2023. Buku ini terdiri dari 60 lukisan Denny JA. Aneka lukisan maestro dunia diukis ulang tapi dengan interpretasi baru.

Mulai dari Van Gogh, Leonardo Da Vinci, Picaso, Monet, Rembrant, Fernando Botero, hingga pelukis Indonesia Affandi, dan Dede Eri Supria.

Untuk lukisan terkenal Monalisa, misalnya, karya legenda Leonardo da Vinci. Denny JA melukis ulang Monalisa, tapi latar belakangnya adalah Jakarta tempo dulu.

Atau lukisan terkenal Michael Angelo: The Creation of Adam. Oleh Denny, tangan manusia itu diganti dengan tangan robot, sesuai dengan trend zaman ini. Denny juga mengulas 20 pelukis dunia itu soal karya, filosofi, dan sisi penting karya mereka.

Buku keempat: Derita Palestina dan Telinga Yang Lebih Besar, Januari 2024. Buku ini berisi 62 lukisan Denny JA soal derita anak-anak di Gaza. Namun buku ini juga merekam tokoh dunia dengan telinga yang lebih besar.

"Pemimpin dan pemikir perlu memiliki telinga lebih besar, agar lebih mendengar suara rakyatnya," tuli Denny dikutp Sabtu (20/4/2024).

Denny JA sedang menuntaskan buku kelima yang berisi puluhan lukisannya soal Pemilu Presiden Indonesia 2024 dan dokumentasi wabah Covid-19 yang selama tiga tahun mencengkram Indonesia dan dunia.

Sebuah hotel berlantai enam di daerah Mahakam, Kebayoran Baru Jakarta (Mahakam Residence) sedang berproses menggunakan seluruh lantai luarnya, enam tingkat untuk menjadi galeri bagi sekitar 166 lukisan terpilih Denny JA.

Setiap lantai berisi tema yang berbeda. Ada lantai dengan tema Pilpres 2024 dan wabah Covid-19. Ada lantai soal derita anak-anak Gaza. Juga lantai dengan topik meditasi dan power of silence.

Denny JA bercerita ia menggunakan lima aplikasi AI. Namun AI itu hanya membantu hal teknis. “Filosofi lukisan, komposisi, dan kuasan terakhir untuk menumbuhkan emosi, tetap saya lakukan sendiri,” jelas Denny.

Namun kuas dan cat yang Denny gunakan bukan kuas dan cat biasa tapi kuas dan cat elektronik. Denny tetap menghargai para pelukis konvensional yang menggunakan tangan, kuas, dan cat biasa.Baca juga: Israel Gunakan WhatsApp Meta untuk Bunuh Warga Palestina di Gaza dengan Sistem AI

“Namun saya menggunakan kemajuan teknologi untuk berkarya. Sebagaimana saya tak perlu lagi menghitung yang rumit secara manual karena ada kalkulator, saya pun tak perlu lagi melukis dengan kuas biasa karena sudah ada aplikasi Artificial Intelligence," tutupnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Masalah Hukum Penggunaan...
Masalah Hukum Penggunaan Artificial Intelligence
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Denny JA Sebut Algoritma...
Denny JA Sebut Algoritma Lahirkan Kelas Baru Pekerja Digital yang Rentan
AI Juru Selamat atau...
AI Juru Selamat atau Kepunahan Pekerja Industri Kreatif?
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Perusahaan APAC Berlomba...
Perusahaan APAC Berlomba Adopsi AI, Data Gudang Masih Jadi Hambatan
Aliansi Intelijen Keluarkan...
Aliansi Intelijen Keluarkan Peringatan Mendesak tentang Risiko yang Ditimbulkan AI
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Rekomendasi
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Perkuat Eksistensi di...
Perkuat Eksistensi di Jakarta Fair 2026 Lewat Konsep Sports Market Terbaru
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Berita Terkini
Jokowi Pakai Baju Berlogo...
Jokowi Pakai Baju Berlogo PSI: Artinya Tahu Sendiri
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Kemhan Beberkan Materi...
Kemhan Beberkan Materi Latihan Fisik Calon Manajer Kopdes: Baris-berbaris hingga Hormat Militer
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
DPR Desak Latsarmil...
DPR Desak Latsarmil Peserta SPPI Disetop: Nyawa Jangan Dianggap Enteng!
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved