Erick Thohir Hargai Keberanian La Nyalla Akui Fitnah Jokowi

Kamis, 13 Desember 2018 - 17:49 WIB
Erick Thohir Hargai...
Erick Thohir Hargai Keberanian La Nyalla Akui Fitnah Jokowi
A A A
JAKARTA - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Erick Thohir menghargai keberanian mantan politikus Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti meminta maaf kepada Jokowi dan mengakui telah memfitnahnya PKI, Kristen dan China.

Menurut Erick, La Nyalla bicara dengan hati nurani dan kejujuran sekaligus menepis anggapan apa yang dituduhkan kepada Jokowi selama ini hoaks.

"Berarti apa artinya, yang dilakukan hari ini banyak yang hoaks. Dia ngaku semua, mengakui itu dan meminta maaf dengan ikhlas. Karena minta maafnya langsung pada cawapres dan capres, yang disakiti," ujar Erick di Hotel Acacia, Kramat, Jakarta, Kamis (13/12/2018). (Baca juga: La Nyalla Akui Fitnah Jokowi PKI, Gerindra: Itu Inisiatif Pribadi )

Erick menganggap, Indonesia dibutuhkan figur seperti La Nyalla yang mengakui kesalahannya dan berani meminta maaf. Baginya, mantan Ketua Umum PSSI itu berani menyampaikan kebenaran yang selama dianggap salah.

"Saya menghormati Bang Nyalla, beliau itu teman saya juga, dan alhamdulillah dia menyuarakan hati nuraninya kebenarannya," ungkapnya.

Dalam hal ini, kata Erick, pengakuan dan keberanian La Nyalla itu menjadi pelajaran penting kepada masyarakat agar menyampaikan sesuatu berdasarkan fakta.

Menurut dia, pernyataan La Nyalla juga memberikan kepastian agar rakyat tidak terus dibohongi dengan informasi yang hoaks tentang Jokowi.

Erick enggan menindaklajuti pengakuan La Nyalla tersebut ke ranah hukum. Sebab, La Nyalla dianggapnya sudah meminta maaf langsung kepada yang disakiti yakni Presiden Jokowi.

"Kondisinya antara yang disakiti dan yang bersalah meminta maaf, artinya kan selesai. Misalnya saya dituduh, ternyata yang menuduh saya datang ke saya dan minta maaf, saya maafkan, ya selesai," tandasnya.
(dam)
Berita Terkait
Survei Indikator Politik:...
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi-Maruf Cenderung ke Ganjar Pranowo
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Pilpres 2024, Perindo...
Pilpres 2024, Perindo Jamin Lanjutkan Gagasan Jokowi-Ma'ruf Amin
Maruf Amin Harap Kepemimpinannya...
Ma'ruf Amin Harap Kepemimpinannya dengan Jokowi Berakhir Husnulkhatimah
Prabowo Ungkap Alasan...
Prabowo Ungkap Alasan Mau Gabung Kabinet Jokowi: Saya Tidak Ingin Bangsa Ini Pecah
Buruh Puji Kabinet Jokowi...
Buruh Puji Kabinet Jokowi Tak Terpengaruh Kasak-kusuk Pilpres 2024
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
8 Menteri Era Jokowi...
8 Menteri Era Jokowi yang Terjerat Kasus Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved