PUB Galang Dana Bangun Jembatan Gantung Putus di Lebak Banten
Jum'at, 19 April 2024 - 19:49 WIB
loading...
A
A
A
Ketika ditanyakan apakah jembatan gantung tersebut bukan prioritas, Irvan menjawab bahwa pemerintah masih fokus kepada pembangunan jalan rusak. “Kita fokus ke jalan kabupaten yang kondisi rusaknya masih di 187 km dari 749 km,” katanya.
Ki Dede Sudiarto, Sekretaris Umum PUB Lebak berkomitmen terus melakukan aksi sasieur sabenyeur demi membantu masyarakat yang sangat membutuhkan akses jalan melalui jembatan tersebut.
“Yang penting bangunan yang cepat saja. Kalau ada dari dinas yang bangun lebih cepat, kita alihkan ke tempat lain. Namun, berdasarkan pengalaman jumlah jembatan gantung di Lebak tidak bisa discover sama APBD Lebak,” katanya.
“Jangankan jembatan gantung yang di pelosok seperti di Leuwi Ipuh, jalan kantor kecamatan Leuwidamar saja sampai sekarang tidak dibangun-bangun,” ucapnya.
Dibangun secara swadaya sekitar 13 tahun silam atau tepatnya tahun 2011, keberadaan jembatan gantung di Leuwi Ipuh sangat vital bagi masyarakat setempat.
Jembatan berbahan material bambu dan kayu dengan panjang sekitar 85 meter, lebar 1 meter, dan ketinggian 15 meter itu digunakan masyarakat dalam mendukung kegiatan seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan.
Kondisi material yang sudah tidak layak itu terputus karena tidak mampu menahan beban. Sejak terputus, warga mengambil alternatif dengan cara menggunakan rakit, ada juga yang nekat bergelantungan meniti jembatan yang sudah miring 180 derajat hingga terpaksa menerobos derasnya air sungai. Tentunya hal tersebut sama-sama berisiko bagi keselamatan mereka. Mau sampai kapan?
Ki Dede Sudiarto, Sekretaris Umum PUB Lebak berkomitmen terus melakukan aksi sasieur sabenyeur demi membantu masyarakat yang sangat membutuhkan akses jalan melalui jembatan tersebut.
“Yang penting bangunan yang cepat saja. Kalau ada dari dinas yang bangun lebih cepat, kita alihkan ke tempat lain. Namun, berdasarkan pengalaman jumlah jembatan gantung di Lebak tidak bisa discover sama APBD Lebak,” katanya.
“Jangankan jembatan gantung yang di pelosok seperti di Leuwi Ipuh, jalan kantor kecamatan Leuwidamar saja sampai sekarang tidak dibangun-bangun,” ucapnya.
Dibangun secara swadaya sekitar 13 tahun silam atau tepatnya tahun 2011, keberadaan jembatan gantung di Leuwi Ipuh sangat vital bagi masyarakat setempat.
Jembatan berbahan material bambu dan kayu dengan panjang sekitar 85 meter, lebar 1 meter, dan ketinggian 15 meter itu digunakan masyarakat dalam mendukung kegiatan seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan.
Kondisi material yang sudah tidak layak itu terputus karena tidak mampu menahan beban. Sejak terputus, warga mengambil alternatif dengan cara menggunakan rakit, ada juga yang nekat bergelantungan meniti jembatan yang sudah miring 180 derajat hingga terpaksa menerobos derasnya air sungai. Tentunya hal tersebut sama-sama berisiko bagi keselamatan mereka. Mau sampai kapan?
(jon)
Lihat Juga :