MK Terima 33 Amicus Curiae, Terbanyak Sepanjang Sejarah

Kamis, 18 April 2024 - 19:03 WIB
loading...
MK Terima 33 Amicus...
Mahkamah Konstitusi (MK) telah menerima 33 amicus curiae terkait sidang sengketa Pilpres 2024 per Kamis (18/4/2024). FOTO/DOK.MPI
A A A
JAKARTA - Mahkamah Konstitusi (MK) per hari ini telah menerima 33 amicus curiae terkait sidang sengketa Pilpres 2024. Jumlah amicus curiae yang diterima itu merupakan terbanyak sepanjang sejarah persidangan di MK.

"Iya (terbanyak sepanjang sejarah) Pilpres belum pernah ada malahan. Jadi kalau pun sejarah, ini pertama dan terbanyak. Seingat saya di 2004, 2009, 2014, 2019, nggak ada amicus curiae seperti ini," kata Juru Bicara Mahkamah Konstitusi (MK) Fajar Laksono kepada wartawan di Gedung MK, Kamis (18/4/2024).

Fajar mengungkapkan alasan mengapa banyak pihak yang menyampaikan amicus curiae ke MK. Selain situasi politik, dalil pemohon yang bersifat kualitatif juga jadi pengaruh banyaknya amicus curiae.

Baca juga: Pengertian Amicus Curiae yang Diajukan Megawati dan Dampaknya terhadap Putusan MK

"Mungkin ini ya memang situasi politik yang berbeda. Kemudian kalau dikaitkan misalnya dengan dalil permohonan yang lebih bersifat kualitatif, kan itu bisa jadi mempengaruhi juga," kata Fajar.

"Kemudian, atensi masyarakat terhadap perkara yang sedang diadili oleh Mahkamah Konstitusi itu besar gitu kan. Sehingga, amicus curiae ini terpanggil untuk mengirimkan atau menyerahkan pendapat hukumnya gitu ya untuk membantu Mahkamah Konstitusi. Emang konsepnya begitu amicus curiae itu," katanya.

Sebagai informasi, hingga sore ini, Kamis (18/4/2024), MK sudah menerima 33 amicus dari berbagai pihak luar. Namun, tak seluruhnya amicus curiae didalami sebagai dipertimbangkan hakim dalam Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH), karena separuh amicus curiae masuk sebelum tenggat waktu yakni pada 16 April pukul 16.00 WIB.

(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Mahkamah Konstitusi...
Mahkamah Konstitusi Beri Waktu 2 Tahun untuk Revisi UU Advokat
Dharma Pongrekun Rombak...
Dharma Pongrekun Rombak 85% Gugatan UU Kesehatan di MK
Kader Muhammadiyah Uji...
Kader Muhammadiyah Uji Penetapan Awal Bulan Hijriah oleh Menag ke MK
Tak Ada Batasan Anggota...
Tak Ada Batasan Anggota Polri Duduki Jabatan Sipil, Wamenkum Persilakan Gugat ke MK
Tokoh Nasional Ajukan...
Tokoh Nasional Ajukan Amicus Curiae, Nadiem: Dukungan Tegakkan Keadilan dan Kebenaran
MK Gelar Wisuda Purnabakti...
MK Gelar Wisuda Purnabakti Anwar Usman, Sambut Dua Hakim Konstitusi Baru
Pengalaman Panjang Arsul...
Pengalaman Panjang Arsul Sani, Dari Aktivis hingga Hakim MK
Buntut Polemik Ijazah...
Buntut Polemik Ijazah Jokowi, UU Pemilu Resmi Digugat ke MK
Rekomendasi
Soroti Kematian Dokter...
Soroti Kematian Dokter Icha, DPR Minta Kemenkes dan Polisi Usut Tuntas
Kemendikdasmen Buka...
Kemendikdasmen Buka Seleksi PPG Calon Guru 2026, Cek Syarat dan Bidang Studinya
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
Berita Terkini
Kemenhaj Sebut 90% Jemaah...
Kemenhaj Sebut 90% Jemaah Haji Sudah Tiba di Tanah Air
Dari Cinta Menjadi Luka:...
Dari Cinta Menjadi Luka: Kekerasan Berpacaran Perspektif Psikologi
Hasil Survei: 83,1%...
Hasil Survei: 83,1% Publik Yakin UU Polri Bawa Perubahan Terhadap Kinerja Kepolisian
Prabowo Ungkap Kunci...
Prabowo Ungkap Kunci Negara Sukses: Berani Akui Kekurangan hingga Cari Solusi
11 Kombes Pol Pecah...
11 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026, Ini Namanya
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved