Antisipasi Dampak Konflik Timur Tengah, Pakar Sarankan Ini
Kamis, 18 April 2024 - 00:02 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia, hal yang perlu diantisipasi juga adalah kenaikan harga minyak yang berdampak kepada kenaikan harga BBM di dalam negeri. “Kebijakan fiskal harus lebih longgar, menghindari kebijakan-kebijakan yang menekan konsumsi dan daya beli masyarakat," ujarnya.
"Kalau melihat eskalasi di Timur Tengah sebelum perang kan justru kebijakan fiskalnya lebih ketat ya dengan PPN 12%, cukai dan lain lain, ini yang harus dihindari. Termasuk pembatasan subsidi yang harus dihindari juga karena antisipasi harga minyak yang bakal bikin kenaikan harga BBM," sambungnya.
Dari sisi moneter, pemerintah harus memerhatikan hal-hal yang bisa menghambat sektor riil terutama tingkat suku bunga. Pemerintah tidak perlu mengikuti apabila The Fed merespons kondisi geopolitik di Timur Tengah dengan menaikkan tingkat suku bunga.
"Tapi, lebih mencari cara yang lain. Misal kalau tidak dinaikkan suku bunga jadi pelemahan nilai tukar rupiah. Maka untuk mengurangi pelemahan tersebut bisa dengan instrumen menggelontorkan cadangan devisa karena cadangan devisa kita juga cukup banyak,” kata Faisal.
"Kalau melihat eskalasi di Timur Tengah sebelum perang kan justru kebijakan fiskalnya lebih ketat ya dengan PPN 12%, cukai dan lain lain, ini yang harus dihindari. Termasuk pembatasan subsidi yang harus dihindari juga karena antisipasi harga minyak yang bakal bikin kenaikan harga BBM," sambungnya.
Dari sisi moneter, pemerintah harus memerhatikan hal-hal yang bisa menghambat sektor riil terutama tingkat suku bunga. Pemerintah tidak perlu mengikuti apabila The Fed merespons kondisi geopolitik di Timur Tengah dengan menaikkan tingkat suku bunga.
"Tapi, lebih mencari cara yang lain. Misal kalau tidak dinaikkan suku bunga jadi pelemahan nilai tukar rupiah. Maka untuk mengurangi pelemahan tersebut bisa dengan instrumen menggelontorkan cadangan devisa karena cadangan devisa kita juga cukup banyak,” kata Faisal.
(jon)
Lihat Juga :