alexametrics

MKD: Empat Orang Nyaris Terkena Peluru Nyasar di Gedung DPR

loading...
MKD: Empat Orang Nyaris Terkena Peluru Nyasar di Gedung DPR
Petugas pamdal DPR menjaga lokasi penembakan di dua ruang kerja anggota DPR, Senin (15/10/2018). Tim Inafis dan Labfor Mabes Polri sudah tiba di lokasi kejadian untuk penyelidikan. Foto/Dok/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Meskipun tidak memakan korban, tapi dua peluru yang diduga nyasar ini hampir mengenai 4 orang, 1 orang Tenaga Ahli (TA) perempuan Bambang Heri yang tidak diketahui namanya di ruang 1313, 1 orang Anggota DPR Fraksi Gerindra Weny Warouw dan 2 orang tamu Wenny, Pendeta Hesky Roring dan AKBP Ronald di ruang 1601.

Kejadian ini diketahui media sekitar pukul 15.40 atas informasi dari salah satu Anggota DPR. Sesampainya di lantai 13 dan 16, kedua ruangan tersebut tidak dapat dimasuki karena penyidik dari Polda Metro sudah masuk sehingga ruangan dijaga ketat oleh pasukan Pengamanan Dalam (Pamdal) DPR.

Saat di TKP, muncul Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR Sufmi Dasco Ahmad, dia menceritakan bahwa dirinya dipanggil oleh Wenny untuk memeriksa TKP. Dia menjelaskan bahwa kejadiannya berlangsung sekitar 14.35.

Menurut Dasco, tidak ada korban dalam insiden ini tetapi, TA Bambang Heri nyaris terkena peluru nyasar. Peluru itu menembus sisi belakang kanan sampai sisi belakang kiri jilbabnya yang berwarna cokelat susu. Perempuan yang tidak diketahui namanya itu masih terduduk lemas dan terdiam beberapa jam setelah kejadian. Sementara Bambang Heri sedang melaksanakan ibadah umrah.

Sementara itu, ruang 1601. Wenny menceritakan, dirinya menerima dua orang tamunya yang datang sejak siang hari. Sementara dia baru tiba di ruangan itu. Tiba-tiba muncul bunyi kaca pecah lalu berhamburan serbuk kaca. Pendeta Roring langsung tiarap seraya berteriak “tiarap pak, kita ditembak!”. Lalu peluru itu menembus plafon ruang kerjanya. Dia yang sedang berkirim pesan dengan Kapolri langsung melaporkan kejadian itu dan meminta didatangkan penyidik.

“Tidak lama Kapolres (Jakpus) datang dengan penyidik dan mereka sedang bekerja saya nggak bisa komentar apa-apa dulu biar mereka bekerja saya cuman ingin peluru sudah ketemu pemilik kalau bisa cepat ketemu tanha yang bersangkutan kenapa nembak ke DPR? Baru bisa terungkap ini ada motif apa. itu yang paling profesional,” kata Wenny.
(pur)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak