BMKG: Pembangkit Rentetan Gempa Tuban-Bawean Diduga Sesar Muria
Sabtu, 23 Maret 2024 - 14:36 WIB
loading...
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan pembangkit rentetan gempa Tuban-Bawean diduga akibat aktivitas Sesar Muria. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan pembangkit rentetan gempa Tuban-Bawean dengan kekuatan utama magnitudo 6,5 diawali gempa magnitudo 6,0, diperbaharui magnitudo 5,9 pada Jumat (22/3/2024) diduga akibat aktivitas Sesar Muria. Hal itu dikatakan oleh Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono lewat akun media sosial pribadinya, Sabtu (23/3/2024).
“Pembangkit Gempa Bawean M5,9 dan M6,5 pada 22 Maret 2024 diduga Sesar Muria (Laut) menurut Peter Lunt,” katanya.
Daryono melaporkan dari hasil monitoring Gempa Bawean oleh BMKG hingga Sabtu pukul 12.00 WIB, tercatat sebanyak 167 kali gempa. “Frekuensi kejadian yang semakin jarang, jika kemarin dalam satu jam mencapai 19 kali gempa, data terkini tunjukkan 1 jam hanya 3 gempa. Semoga kondisi segera stabil dan aman kembali,” ujarnya.
![BMKG: Pembangkit Rentetan Gempa Tuban-Bawean Diduga Sesar Muria]()
Baca juga: Breaking News! Ibu Kota Jakarta Diguncang Gempa
Daryono pun menjelaskan mengapa Gempa Bawean banyak gempa susulan. “Gempa Bawean banyak susulannya karena karakter gempa kerak dangkal Bawean terjadi di batuan kerak permukaan yang batuannya heterogen sehingga rapuh mudah patah, berbeda dengan gempa kerak samudra yang batuan homogen-elastik miskin gempa susulan,” katanya.
“Pembangkit Gempa Bawean M5,9 dan M6,5 pada 22 Maret 2024 diduga Sesar Muria (Laut) menurut Peter Lunt,” katanya.
Daryono melaporkan dari hasil monitoring Gempa Bawean oleh BMKG hingga Sabtu pukul 12.00 WIB, tercatat sebanyak 167 kali gempa. “Frekuensi kejadian yang semakin jarang, jika kemarin dalam satu jam mencapai 19 kali gempa, data terkini tunjukkan 1 jam hanya 3 gempa. Semoga kondisi segera stabil dan aman kembali,” ujarnya.

Baca juga: Breaking News! Ibu Kota Jakarta Diguncang Gempa
Daryono pun menjelaskan mengapa Gempa Bawean banyak gempa susulan. “Gempa Bawean banyak susulannya karena karakter gempa kerak dangkal Bawean terjadi di batuan kerak permukaan yang batuannya heterogen sehingga rapuh mudah patah, berbeda dengan gempa kerak samudra yang batuan homogen-elastik miskin gempa susulan,” katanya.
Lihat Juga :