alexametrics

Pengamat Ini Bilang Komunisme Hanya Sebuah Ilusi yang Dibangun

loading...
Pengamat Ini Bilang Komunisme Hanya Sebuah Ilusi yang Dibangun
Isu komunis atau termasuk partai komunis Indonesia (PKI) dan khilafah atau termasuk Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) masih menjadi perbincangan publik. Foto/SINDOnews/Dok
A+ A-
JAKARTA - Isu komunis atau termasuk partai komunis Indonesia (PKI) dan khilafah atau termasuk Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) masih menjadi perbincangan publik walaupun dari hasil beberapa lembaga survei kedua isu tersebut tidak terlalu menonjol dalam mempengaruhi pemilihan umum 2019 ini.

Menurut pengamat politik Boni Hargens, PKI dan khilafah atau HTI itu berbeda. Menurutnya PKI lebih berisi emosi sedangkan gerakan khilafah lebih ke arah makar.



"Komunisme itu sebuah ilusi yang dibangun untuk melihat bahwa hal tersebut merupakan wacana politik," kata Boni dalam diskusi Membedah agenda politik komunisme dan khilafah di pilpres 2019, di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/10/2018).

"Dan semakin eskalasi penyebaran pararel dengan semakin dekatnya pilpres 2019. Bahwa hati-hati kita harus membedakan kapan kita berilusi, kapan kita berbicara fakta. Negara ini adalah negara demokrasi, rule of the law," tambahnya.

(Baca juga: Koalisi Prabowo-Sandi Sesalkan UGM Cabut Izin Seminar Dua Timsesnya)


Boni pun mempertanyakan bila dari prespektif politik, pada 10 tahun Pak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berkuasa tidak ada isu PKI. Tapi pada saat Joko Widodo (Jokowi) memimpin tiba-tiba diskursus itu muncul seakan akan ini ancaman riil.

"Bahwa PKI sudah menjadi masa lalu, dan dinyatakan organisasi terlarang oleh pemerintah. PKI sudah selesai, kalau hari ini jika ada indikasi-indikasi komunis, kita lawan, tapi pertanyaan diĀ  mana? Ada di masyarakat atau di kepala," ujarnya.

Selain itu kata Boni, HTI pun juga sudah dibubarkan, namun para anggonya masih ada dan patut diwaspadai.

"HTI juga sudah dibubarkan sebagai organisasi, tetapi HTI sebagai kumpulan orang enggak bisa dibubarin, sebagai ideologi enggak bisa dibubarin, artinya masih bisa menjadi gangguan sistem kita untuk mereka bisa mewujudkan khilafah," jelas Boni.
(maf)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak