Refly Harun: Euforia Kemenangan Salah Satu Paslon Berdasarkan Penggelembungan Sirekap

Selasa, 19 Maret 2024 - 23:43 WIB
loading...
A A A
Karena banyak berbagai kecurangan, hal ini yang menjadi alasan KPU menutup aplikasi Sirekap. Dia menduga kalau kebanyakan suara di salah satu paslon maka akan menimbulkan kecurigaan semakin luas di masyarakat.

"Ada 45 juta DPT bermasalah, paling tidak ada 20 juta DPT bisa digunakan sewaktu-waktu. Ada surat suara tidak terpakai, dijadikan angka untuk dia. Modus kecurangannya banyak sekali. Kalau hanya berdasarkan hitungan yang berdasarkan algoritma. Yang kita harus kontrol itu 823.220 TPS. Dan tidak ada satu partai yang memiliki C1 lengkap, kalaupun lengkap belum tentu asli," ujarnya.

Refly menduga banyak hal berbagai modus dugaan kecurangan yang membuat Pemilu 2024 tidak memiliki legitimasi karena adanya dugaan intimidasi, dugaan penyalahgunaan kekuasaan, dan berbagai bentuk dugaan kecurangan lainnya

"Jadi kita tidak bisa menutup mata Gentong Babi. Kalau ada aparat, kalau ada keberpihakan maka Pemilu ini sudah penuh dengan kecurangan. C Hasil yang dibaca Sirekap, yang dibaca pintar tidak sesuai. Ada C hasil diduga palsu, Indonesia itu begitu luasnya, yang bisa mengontrol itu hanya aparat. Jadi kalau bicara partai politik bisa mengontrol semua TPS, apalagi kalau ada dugaan oknum aparat bermain," kata Refly.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terbukti Selingkuh dan...
Terbukti Selingkuh dan Pungli, Anggota KPU OKU Timur Dipecat
Refly Harun Bicara Perlunya...
Refly Harun Bicara Perlunya Gali Informasi dari Kasmudjo di Kasus Ijazah Jokowi
Refly Harun: Jokowi...
Refly Harun: Jokowi Takut jika Polemik Ijazah Dibawa ke Persidangan
Polda Metro Jaya Akan...
Polda Metro Jaya Akan Limpahkan Perkara Roy Suryo Cs ke Kejaksaan, Refly: Pernyataan Normatif
Berkat Citizen Lawsuit,...
Berkat Citizen Lawsuit, Refly Harun Nilai Peluang P21 Kasus Ijazah Jokowi Kian Tipis
Refly Harun Ragukan...
Refly Harun Ragukan Kasus Ijazah Jokowi Bisa P21
Kasus Ijazah Palsu Jokowi...
Kasus Ijazah Palsu Jokowi Janggal, Troya Minta Kejati DKI Kembalikan SPDP ke Polisi
Troya Temui Jaksa Peneliti...
Troya Temui Jaksa Peneliti Kejati DKI Jakarta, Refly: Mereka Belum Terima Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Akan Gugat KPU terkait Ijazah Jokowi
Rekomendasi
Juara 2 di Kompetisi...
Juara 2 di Kompetisi Berkuda Shark Anantya, Narantraya Jeihan Widjaya Tatap Porda Jabar
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
LM FEB UI Tekankan Pentingnya...
LM FEB UI Tekankan Pentingnya Merekayasa Human Performance di Era AI
Berita Terkini
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Infografis
8 Helikopter Serang...
8 Helikopter Serang Tercanggih pada 2025, Salah Satunya Apache
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved