Kabaharkam Polri: Situasi Jelang Pengumuman Hasil Pemilu Kondusif dan Aman

Senin, 18 Maret 2024 - 15:14 WIB
loading...
Kabaharkam Polri: Situasi...
Kabaharkam Polri, Komjen Pol Fadil Imran menyebut situasi masyarakat jelang pengumuman hasil Pemilu 2024 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) aman dan kondusif. Foto/MPI
A A A
JAKARTA - Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri , Komjen Pol Fadil Imran menyebut situasi masyarakat jelang pengumuman hasil Pemilu 2024 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) aman dan kondusif.

"Situasi sampai dengan saat ini berdasarkan laporan yang kami terima dari jajaran, Alhamdulillah situasi kondusif, situasi aman," ujar Fadil Imran di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/3/2024).

Baca juga: Jelang Pengumuman Hasil Pemilu, Polri Siagakan 4.992 Personel di KPU hingga Gedung MK

Fadil mengatakan aparat kepolisian bakal terus disiagakan sejak menjelang pengumuman, pengumuman, bahkan hingga rangkaian sengketa pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK). Adapun pengerahan jumlah anggota kepolisian pengamanan ini akan disesuaikan.

"Tentu kalau situasinya landai normal tetap kita akan lakukan situasi normal. Tapi kalau ada manakala peningkatan eskalasi tentu akan terjadi penambahan personel," paparnya.

Keberhasilan pengamanan rekapitulasi di tingkat nasional ini, kata Fadil, merupakan komitmen Polri untuk mewujudkan penyelenggaraan Pemilu 2024 yang aman dan damai. Ia pun mengimbau masyarakat untuk bersatu dalam momen pengumuman ini.

Baca juga: Update Rekapitulasi Suara Sementara Pemilu 2024: PDIP Tembus 18%, PPP Belum Capai 4%

"Pengalaman tahun 2019 menjadi pelajaran buat kita semua bahwa kita semua harus bersatu menerima apa yang telah menjadi pilihan masyarakat, pilihan rakyat. Sehingga dalam hal yang terkait dengan sengketa kepemiluan ada jalur-jalur penyelesaian sengketa melalui PHPU," tutupnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gugat Penetapan Capres...
Gugat Penetapan Capres 2014 dan 2019, Bonatua Bawa Novum Baru ke PTUN
Terbukti Selingkuh dan...
Terbukti Selingkuh dan Pungli, Anggota KPU OKU Timur Dipecat
Evita Tegaskan Soliditas...
Evita Tegaskan Soliditas di Munas VI KBPP Polri, Kabaharkam: Harus Bermanfaat bagi Masyarakat
KPU Ingatkan PPP Tetap...
KPU Ingatkan PPP Tetap Mengacu UU Pemilu dan Parpol saat Daftar Peserta Pemilu
Roy Suryo Tuding Format...
Roy Suryo Tuding Format Ukuran Ijazah Jokowi Berbeda, Ketum Jokman: Ini Sesuatu Hal yang Enggak Masuk Akal
Bonatua Sebut KPU Bakal...
Bonatua Sebut KPU Bakal Buka Ijazah Jokowi ke Publik Pekan Depan
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Akan Gugat KPU terkait Ijazah Jokowi
DPD Partai Perindo Jakarta...
DPD Partai Perindo Jakarta Timur dan KPU Bahas Verifikasi Faktual
Rekomendasi
Ini Penampakan Taufik...
Ini Penampakan Taufik Hidayat usai Ditangkap Polisi, Tangan Diborgol Tali Ties
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Berita Terkini
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Ferdinand: Pernyataan...
Ferdinand: Pernyataan Tiyo Soal Teror Alat Penyadap Masuk Kategori Penyebaran Hoaks
Putusan PTUN Tegaskan...
Putusan PTUN Tegaskan Keabsahan SK Menkum, Kepemimpinan Mardiono sebagai Ketum PPP Sah
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved