Bantu Korban Pulihkan Trauma dan Laporkan Pelaku
Sabtu, 15 Agustus 2020 - 10:36 WIB
loading...
A
A
A
"Berusaha melepas tapi kalah tenaga, saya cakar pun dia tidak melepas. Cukup lama saya dilecehkan seperti itu, sampai stasiun yang sudah lebih longgar, pelaku langsung keluar gerbong," ujar Cinta mengingat pengalaman 13 tahun silam, namun dia masih ingat detail kejadiannya hingga kini. (Baca juga: Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia Juga Dideklarasikan di Sejumlah Kota dan Luar Negeri)
Mulai dari pakaian yang dia kenakan dan perlakuan bejat tersebut, namun beruntung Cinta tidak melihat wajah pelaku yang bisa saja akan terus menghantuinya hingga kini.
"Setelah sampai konstan saya menangis cukup lama. Saya yang seumur hidup menjaga batas tidak pernah disentuh laki-laki, pacaran pun tidak. Bergandengan tangan saja tidak, merasa aneh dan mulai merasa saya sudah ternodai," tuturnya.
Setelah kejadian itu, hari berbeda dilaluinya, dirinya mulai menjadi sosok yang temperamental. Cepat menangis, marah, dan kesal terhadap hal kecil. Bayangan pelecehan kerap muncul yang membuat emosinya naik turun.
Napas Cinta masih berat kala bercerita, 13 tahun bukan waktu sebentar untuk memendam ini sendirian. Tidak ada yang tahu kejadiannya sampai tahun lalu akhirnya dia bercerita kepada suami, orang tua, dan mertuanya.
Setahun pernikahan Cinta pun akhirnya bercerita alasan mengapa masih belum bisa melakukan tugasnya sebagai istri. "Saya benci sentuhan, kalau disentuh suami, masih suka kaget. Sudah melakukan hipnoterapi namun belum ada perubahan. Hanya tidak menghindar dari suami seperti saat awal menikah," kata Cinta. (Lihat videonya: Aksi Begal Asusila di Padang, Korban Mengalami Trauma)
Cinta berusaha bangkit berdamai dengan masa lalu yang penuh hal traumatik. Dia mulai berani ke dokter, September nanti Cinta akan ke dokter spesialis kandungan yang mengerti mengenai kekakuan otot vagina. Kemungkinan Cinta akan melakukan botox vagina agar lentur dan siap menerima penetrasi. (Ananda Nararya)
Mulai dari pakaian yang dia kenakan dan perlakuan bejat tersebut, namun beruntung Cinta tidak melihat wajah pelaku yang bisa saja akan terus menghantuinya hingga kini.
"Setelah sampai konstan saya menangis cukup lama. Saya yang seumur hidup menjaga batas tidak pernah disentuh laki-laki, pacaran pun tidak. Bergandengan tangan saja tidak, merasa aneh dan mulai merasa saya sudah ternodai," tuturnya.
Setelah kejadian itu, hari berbeda dilaluinya, dirinya mulai menjadi sosok yang temperamental. Cepat menangis, marah, dan kesal terhadap hal kecil. Bayangan pelecehan kerap muncul yang membuat emosinya naik turun.
Napas Cinta masih berat kala bercerita, 13 tahun bukan waktu sebentar untuk memendam ini sendirian. Tidak ada yang tahu kejadiannya sampai tahun lalu akhirnya dia bercerita kepada suami, orang tua, dan mertuanya.
Setahun pernikahan Cinta pun akhirnya bercerita alasan mengapa masih belum bisa melakukan tugasnya sebagai istri. "Saya benci sentuhan, kalau disentuh suami, masih suka kaget. Sudah melakukan hipnoterapi namun belum ada perubahan. Hanya tidak menghindar dari suami seperti saat awal menikah," kata Cinta. (Lihat videonya: Aksi Begal Asusila di Padang, Korban Mengalami Trauma)
Cinta berusaha bangkit berdamai dengan masa lalu yang penuh hal traumatik. Dia mulai berani ke dokter, September nanti Cinta akan ke dokter spesialis kandungan yang mengerti mengenai kekakuan otot vagina. Kemungkinan Cinta akan melakukan botox vagina agar lentur dan siap menerima penetrasi. (Ananda Nararya)
(ysw)
Lihat Juga :