Yenny Wahid Dukung Jokowi Belum Tentu Pengaruhi Suara Gusdurian

Kamis, 27 September 2018 - 10:42 WIB
Yenny Wahid Dukung Jokowi...
Yenny Wahid Dukung Jokowi Belum Tentu Pengaruhi Suara Gusdurian
A A A
JAKARTA - Keluarga Presiden keempat RI, almarhum Abdurrahman Wahid alias Gus Dur secara resmi mendukung pasangan calon (Paslon) nomor urut 1, Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma'ruf Amin pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh putri Gus Dur, Yenny Wahid yang mewakili keluarga Gus Dur. Yenny mengumumkan sikap politik keluarga Gus Dur itu, kemarin sore.

Menanggapi itu, pengamat politik Adi Prayitno menilai, dukungan Yenny kepada paslon nomor urut 1 karena salah satu alasannya Jokowi merupakan calon presiden petahana.

"Ya sebenarnya tidak ada yang terlampau mengejutkan ketika Mba Yenny mendukung Jokowi. Alasannya sederhana, kecenderungan banyak petahana itu yang mendapat limpahan dukungan," ujarnya kepada SINDOnews, Kamis (27/9/2018).

Selain faktor petahana, Adi menambahkan, dalam kubu Jokowi-Ma'ruf memiliki narasi keislaman dan kebangsaan yang sama dengan keluarga Gus Dur dalam hal ini diwakili oleh Yenny.

"Memang melihat narasi keislaman dan kebangsaannya sejak awal teman-teman Gusdurian yang mengklaim inklusif toleran dan rata-rata memang moderat dan liberal," ujarnya.

Namun kata Adi, walaupun elite politik dari Gus Dur telah menyatakan dukungan, bukan berarti para pendukung Gus Dur sepenuhnya akan mengikuti hal tersebut.

"Tapi sekarang problemnya adalah one man one vote menjadi rezim politik kita sekalipun di level elite itu mendukung salah satu capres, di bawah itu belum tentu," jelasnya.

Adi juga memberikan contoh dukungan Gusdurian ketika Pilkada Jakarta yang menyatakan dukungan pada Ahok.

"Banyak hal pilihan elite dan pilihan grassroot itu sering kali berbeda, kalau kita mau cek misalnya, Gusdurian dalam pilkada Jakarta juga menjadi bagian dari timnya Ahok, tapi tidak terlampau signifikan kekuatannya," tuturnya.

"Sebab itulah karena sesuai signifikansi dan prosentasi itu tidak bisa ditakar dengan kalkulasi matematis apapun," tambahnya.
(maf)
Berita Terkait
Sempat Jadi Rival di...
Sempat Jadi Rival di Pilpres, Prabowo Ungkap Alasannya Mau Jadi Menteri Jokowi
Prabowo-Sandi Jadi Menteri...
Prabowo-Sandi Jadi Menteri Jokowi, Memenya Bikin Ngakak
Soal Reshuffle Kabinet,...
Soal Reshuffle Kabinet, Pengamat: Jokowi Menang 2-0 Atas Prabowo-Sandi
Survei Indikator Politik:...
Survei Indikator Politik: Pemilih Jokowi-Maruf Cenderung ke Ganjar Pranowo
Prabowo Ungkap Alasan...
Prabowo Ungkap Alasan Mau Gabung Kabinet Jokowi: Saya Tidak Ingin Bangsa Ini Pecah
Prabowo - Sandi Jadi...
Prabowo - Sandi Jadi Menteri Jokowi, Cholil Nafis: Bisa Jadi Tradisi
Berita Terkini
Indonesia Menggugat:...
Indonesia Menggugat: Perlawanan Dokter Tifa dalam Sidang Kasus Dugaan Ijazah Palsu Joko Widodo
Sekjen DPP Propindo...
Sekjen DPP Propindo Dukung Kortas Tipikor-Polda Metro Usut Tiga Kasus Korupsi
Eks Sekjen MPR Maruf...
Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono Kenakan Rompi Oranye usai Diperiksa KPK, Langsung Ditahan
Nahdlatul Ulama dan...
Nahdlatul Ulama dan Kesejahteraan Sosial
Gus Falah Mendukung...
Gus Falah Mendukung Polri Usut Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara
Dokter Tifa Sebut Dakwaan...
Dokter Tifa Sebut Dakwaan Kasus Ijazah Jokowi Salah Objek dan Salah Orang, Minta Hakim Tolak JPU
Infografis
5 Negara Asia Diam-diam...
5 Negara Asia Diam-diam Dukung Israel, Salah Satunya Mayoritas Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved