Soal Kalender Hijriyah Islam Global, Haedar Nashir: Malu Rasanya Masih Berkutat pada Ketidakpastian
Selasa, 12 Maret 2024 - 07:13 WIB
loading...
A
A
A
Pada kesempatan itu, dia mengatakan bahwa puasa mampu menaklukkan hawa nafsu dan segala keangkuhan diri yang merasa serba digdaya untuk tetap menjadi insan biasa. Insan bertaqwa itu tawadhu atau rendah hati, tidak menjadi manusia yang angkuh diri.
Menurutnya, menahan makan, minum, dan pemenuhan nafsu biologis adalah penanda menaklukkan segala kuasa diri yang bersifat serba inderawi dan serba dunia. Serta puasa dapat membebaskan diri dari segala sangkar besi kedigdayaan.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Hari Pertama Puasa di Jakarta: Waspada Hujan Disertai Angin Kencang
"Maka, jadikan puasa sebagai ruang refleksi tertinggi yang menembus jantung mata hati terdalam. Agar terbentuk karakter insan bertaqwa yang autentik nan rendah hati. Dirinya hanya hamba biasa di bawah kuasa Tuhan Yang Maha Segala. Semoga dengan berpuasa menjadikan diri setiap insan muslim siapa pun dia, makin rendah hati dan tidak terjangkiti virus angkuh diri," tutupnya.
Menurutnya, menahan makan, minum, dan pemenuhan nafsu biologis adalah penanda menaklukkan segala kuasa diri yang bersifat serba inderawi dan serba dunia. Serta puasa dapat membebaskan diri dari segala sangkar besi kedigdayaan.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Hari Pertama Puasa di Jakarta: Waspada Hujan Disertai Angin Kencang
"Maka, jadikan puasa sebagai ruang refleksi tertinggi yang menembus jantung mata hati terdalam. Agar terbentuk karakter insan bertaqwa yang autentik nan rendah hati. Dirinya hanya hamba biasa di bawah kuasa Tuhan Yang Maha Segala. Semoga dengan berpuasa menjadikan diri setiap insan muslim siapa pun dia, makin rendah hati dan tidak terjangkiti virus angkuh diri," tutupnya.
(kri)
Lihat Juga :