Kaum Perempuan Perlu Diperkuat Tangkal Penyebaran Radikalisme
Senin, 11 Maret 2024 - 22:31 WIB
loading...
Guru Besar Bidang Lektur Keagamaan pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof Siti Musdah Mulia. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Penggunaan media sosial yang semakin masif, banyak dimanfaatkan oleh kelompok radikal untuk merekrut kaum perempuan . Doktrinasi dilakukan secara intensif dengan memanfaatkan kondisi budaya Indonesia yang cenderung patriarkis.
Guru Besar Bidang Lektur Keagamaan pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof Siti Musdah Mulia menyoroti fenomena mudahnya perempuan mengikuti gerakan radikal.
"Kenapa perempuan Indonesia relatif mudah terlibat radikalisme hingga terorisme? Karena kelompok radikal mengerti bahwa perempuan mudah tertarik dengan isu agama, dan hal itu dimanfaatkan dengan baik dalam proses radikalisasi," kata Prof Musdah dalam keterangannya dikutip, Minggu (10/3/2024).
Baca juga: Duta Damai dan FKPT Harus Perkuat Sinergi Cegah Radikalisme
Prof Musdah mengaku heran jika ada pihak yang menganggap perempuan jauh dari agama. Jika ditelisik lebih jauh, justru forum-forum pengajian di masyarakat lebih sering di isi oleh perempuan. Maka dari Anggota Dewan Penasihat Jaringan GUSDURian ini menjelaskan, keberlanjutan penanggulangan radikalisme dan terorisme harus menjadikan perempuan sebagai sasaran prioritas. Sebabnya, perempuan dianggap sebagai figur terdekat dengan anak-anaknya.
Guru Besar Bidang Lektur Keagamaan pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof Siti Musdah Mulia menyoroti fenomena mudahnya perempuan mengikuti gerakan radikal.
"Kenapa perempuan Indonesia relatif mudah terlibat radikalisme hingga terorisme? Karena kelompok radikal mengerti bahwa perempuan mudah tertarik dengan isu agama, dan hal itu dimanfaatkan dengan baik dalam proses radikalisasi," kata Prof Musdah dalam keterangannya dikutip, Minggu (10/3/2024).
Baca juga: Duta Damai dan FKPT Harus Perkuat Sinergi Cegah Radikalisme
Prof Musdah mengaku heran jika ada pihak yang menganggap perempuan jauh dari agama. Jika ditelisik lebih jauh, justru forum-forum pengajian di masyarakat lebih sering di isi oleh perempuan. Maka dari Anggota Dewan Penasihat Jaringan GUSDURian ini menjelaskan, keberlanjutan penanggulangan radikalisme dan terorisme harus menjadikan perempuan sebagai sasaran prioritas. Sebabnya, perempuan dianggap sebagai figur terdekat dengan anak-anaknya.
Lihat Juga :