Ini Harapan Pangkostrad dan Gubernur Akmil Setelah Dilantik Kasad
Jum'at, 14 Agustus 2020 - 18:13 WIB
loading...
Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa saat melantik sejumlah perwira tinggi TNI AD, termasuk Pangkostrad dan Gubernur Akmil. FOTO/Mabes TNI AD
A
A
A
JAKARTA - Beberapa waktu lalu Markas Besar TNI AD (Mabesad) menggelar acara serah terima jabatan (sertijab) sembilan perwira tinggi. Dua jabatan di antaranya adalah Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) dan Gubernur Akademi Militer (Akmil).
Upacara pelantikan dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa . Jabatan Pangkostrad diserahterimakan dari Letjen TNI Besar Harto Karyawan kepada Mayjen TNI Eko Margiyono. Kemudian, posisi yang ditinggalkan Mayjen TNI Dudung Abdurachman selaku Gubernur Akmil, diisi oleh Brigjen TNI Totok Imam.
Dalam menjalani tanggung jawab baru sebagai Pangkostrad, Mayjen TNI Eko Margiyono menyebut dirinya akan membentuk anggota Kostrad menjadi prajurit yang sesuai dengan kapasitasnya. (Baca juga: Jenderal Andika Pimpin Serah Terima Jabatan 7 Perwira Tinggi TNI AD)
Untuk membentuk prajurit yang mempuni, sambungnya, semua akan dilakukan dengan mengubah pola pikir dari yang apapun serba instan menjadi menghargai proses. (Baca juga: Bhabinkamtibmas-Babinsa Ujung Tombak Penegakkan Protokol Kesehatan di Daerah)
"Generasi milenial kadang ingin semua serba instan, kadang semua tidak bisa diperbuat dengan serba instan, semua melalui proses, termasuk di dalam pembentukan prajurit Kostrad, tidak bisa kita bentuk mereka dengan instan menjadi prajurit profesional. Kita harus didik mereka, kita harus latih mereka dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, ke depan prajurit Kostrad harus profesional, sesuai dengan kapasitasnya," katanya dalam video yang diunggah TNI AD, Jumat (14/8/2020).
Upacara pelantikan dipimpin langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa . Jabatan Pangkostrad diserahterimakan dari Letjen TNI Besar Harto Karyawan kepada Mayjen TNI Eko Margiyono. Kemudian, posisi yang ditinggalkan Mayjen TNI Dudung Abdurachman selaku Gubernur Akmil, diisi oleh Brigjen TNI Totok Imam.
Dalam menjalani tanggung jawab baru sebagai Pangkostrad, Mayjen TNI Eko Margiyono menyebut dirinya akan membentuk anggota Kostrad menjadi prajurit yang sesuai dengan kapasitasnya. (Baca juga: Jenderal Andika Pimpin Serah Terima Jabatan 7 Perwira Tinggi TNI AD)
Untuk membentuk prajurit yang mempuni, sambungnya, semua akan dilakukan dengan mengubah pola pikir dari yang apapun serba instan menjadi menghargai proses. (Baca juga: Bhabinkamtibmas-Babinsa Ujung Tombak Penegakkan Protokol Kesehatan di Daerah)
"Generasi milenial kadang ingin semua serba instan, kadang semua tidak bisa diperbuat dengan serba instan, semua melalui proses, termasuk di dalam pembentukan prajurit Kostrad, tidak bisa kita bentuk mereka dengan instan menjadi prajurit profesional. Kita harus didik mereka, kita harus latih mereka dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, ke depan prajurit Kostrad harus profesional, sesuai dengan kapasitasnya," katanya dalam video yang diunggah TNI AD, Jumat (14/8/2020).
Lihat Juga :