Menakar Peluang Gatot Nurmantyo dan Andika Perkasa Maju Pilpres 2024
Kamis, 13 Agustus 2020 - 13:51 WIB
loading...
Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo dan Jenderal TNI Andika Perkasa. Foto/Dok SINDO
A
A
A
JAKARTA - Dua tokoh militer yakni mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo dan KSAD Jenderal Andika Perkasa berpeluang maju Pilpres 2024 , bersaing dengan tokoh lainnya. Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah pun menyampaikan analisisnya.
Menurut Dedi, kans Gatot diusung parpol memang terlihat lebih mungkin. Apalagi, Gatot lebih awal memposisikan diri secara politis sejak akhir masa jabatan militernya.
"Hanya saja, Gatot dalam manuver politik kurang menguntungkan, hal itu karena ia memilih secara ekstrem berada di kelompok kontra pemerintah," kata Dedi saat dihubungi SINDOnews, Kamis (13/8/2020).
Padahal, menurut Dedi, Gatot memulai karier politik sangat baik karena dimulai dengan netralitas. Terlebih lagi Gatot tidak memiliki parpol.
Menurutnya, hal ini berbanding terbalik dengan Andika Prakasa. Dari sisi awal mungkin Andika bisa menghindari cara yang lebih dulu dilalui Gatot, dengan posisi netral dan didukung dengan prestasi. Sehingga, jika memang ada prestasi yang memungkinkan disukai publik, menantu mantan Kepala BIN AM Hendropriyono akan lebih potensial. "Meskipun untuk hitungan hari ini, popularitas politis Gatot tentu lebih tinggi," pungkasnya.
Menurut Dedi, kans Gatot diusung parpol memang terlihat lebih mungkin. Apalagi, Gatot lebih awal memposisikan diri secara politis sejak akhir masa jabatan militernya.
"Hanya saja, Gatot dalam manuver politik kurang menguntungkan, hal itu karena ia memilih secara ekstrem berada di kelompok kontra pemerintah," kata Dedi saat dihubungi SINDOnews, Kamis (13/8/2020).
Padahal, menurut Dedi, Gatot memulai karier politik sangat baik karena dimulai dengan netralitas. Terlebih lagi Gatot tidak memiliki parpol.
Menurutnya, hal ini berbanding terbalik dengan Andika Prakasa. Dari sisi awal mungkin Andika bisa menghindari cara yang lebih dulu dilalui Gatot, dengan posisi netral dan didukung dengan prestasi. Sehingga, jika memang ada prestasi yang memungkinkan disukai publik, menantu mantan Kepala BIN AM Hendropriyono akan lebih potensial. "Meskipun untuk hitungan hari ini, popularitas politis Gatot tentu lebih tinggi," pungkasnya.
Lihat Juga :