TNI Tegaskan Tak Kerahkan Alutsista dalam Penegakkan Protokol Kesehatan

Kamis, 13 Agustus 2020 - 14:14 WIB
loading...
TNI Tegaskan Tak Kerahkan...
Subbid Pam dan Gakkum Satgas Penanganan Covid-19, Kolonel Chk Aloysius Agung menegaskan dalam pelaksanaan Inpres Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 tidak akan m
A A A
JAKARTA - Subbid Pam dan Gakkum Satgas Penanganan Covid-19, Kolonel Chk Aloysius Agung menegaskan dalam pelaksanaan Inpres Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 tidak akan menurunkan alutsista.

“Kami dalam hal ini TNI tidak melibatkan unsur-unsur yang bertempur tidak, tidak sama sekali. Kita jangan bayangkan, begitu TNI turun maka yang diturunkan alutsistanya sama sekali tidak. Kita bicara menjalankan protokol kesehatan,” tegas Aloy dalam diskusi di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Kamis (13/8/2020). (Baca juga: Kapolri Perintahkan Personel Polri Bantu Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan Covid-19)

TNI, juga tidak terlibat dalam penegakkan hukum. Murni hanya mem-back up dan mendukung peran pemerintah daerah (Pemda) untuk mendisiplinkan masyarakat agar melaksanakan protokol kesehatan. “Yang perlu saya tegaskan di sini bawa peran TNI bukan terlibat dalam penegakan hukum. Kami murni membackup, mendukung sesuai dengan peraturan undang-undang kami, bahwa kita membackup peran Pemda,” katanya. (Baca juga: Inpres Jokowi Jangan Hanya Menjadi Macan Kertas)

Aloy menambahkan, keterlibatan TNI bersama-sama dengan institusi lain menjalankan inpres tersebut untuk menunjukkan bahwa pandemi ini tidak bisa dianggap remeh. ”Ah nanti sembuh sendiri. Kita masih harus melaksanakan upaya-upaya kesadaran. Ini yang membuat kita perlu turun memberikan pembelajaran kepada masyarakat ‘Eh penting loh pakai masker, eh penting loh cuci tangan’ dan masih banyak yang lainnya,” jelas Aloy. (Baca juga: DPR Nilai Wajar Presiden Instruksikan TNI Patroli Protokol Kesehatan)

Aloy menegaskan personel TNI yang dilibatkan hanya dalam rangka mendukung protokol kesehatan. Pendisiplinan protokol kesehatan ini adalah tergantung dari konsep operasi yang dibuat oleh pemda. “Jadi bisa berbeda-beda ya, yang dilakukan Kota Jakarta dengan konsep operasi pemda di Papua, itu berbeda,” katanya.

Aloy menyebut pendekatan yang dilakukan dalam menerapkan protokol kesehatan ini dengan mengedepankan kearifan lokal. “Kita masing-masing akan mengedepankan kearifan lokal. Sebagai contoh kita bisa melihat keberhasilan, saya boleh ambil contoh di Madiun. Di Madiun itu ada sebutannya Pendekar Waras, pendekatan protokol sehingga warga menjadi sehat dan sebagainya seperti itu. Pendekar waras ini berhasil dan yang kita jadikan contoh project ke daerah-daerah lainnya,” kata Aloy.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Singgung Peran KPRP,...
Singgung Peran KPRP, Pakar: Kritik Mahfud MD Terhadap UU Polri Sangat Aneh
Kolonel Inf Achmad Fikri...
Kolonel Inf Achmad Fikri Dalimunthe, Prajurit TNI Pertama yang Lulus National Defence College Yordania
Boni Hargens Lihat Polri...
Boni Hargens Lihat Polri Makin Humanis: Kunci Stabilitas Sosial Politik
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Kemendagri Sebut Transformasi...
Kemendagri Sebut Transformasi BUMD sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah
Alasan TNI Kerahkan...
Alasan TNI Kerahkan Prajurit saat Aksi Mahasiswa di Jakpus: Permintaan Membantu
Bhakti TNI, Satgas Yonif...
Bhakti TNI, Satgas Yonif 631/Antang Bangun MCK di Dagai Puncak Jaya
Rekomendasi
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
Passing Grade Terbaik...
Passing Grade Terbaik se-Kediri, Mas Dhito Antar Siswa Boarding School Masuk PT
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Berita Terkini
Pengamat: Pemberantasan...
Pengamat: Pemberantasan Korupsi Tak Maksimal jika Hanya Berfokus pada Pelaku
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Denny JA Soroti Kerusuhan...
Denny JA Soroti Kerusuhan Agustus 2025 dalam Perspektif Kelas Rentan Digital
Nasaruddin Umar Ingin...
Nasaruddin Umar Ingin Indonesia Jadi Epicentrum Peradaban Dunia Islam Modern
Menag: Tahun Baru Islam...
Menag: Tahun Baru Islam 1 Muharram Momentum Transformasi Diri dan Sosial
Tepis Media Nasional...
Tepis Media Nasional Tak Liput Demo Mahasiswa, KPI Sebut 9 Televisi Telah Memberitakan
Infografis
5 Alasan Kapal Induk...
5 Alasan Kapal Induk AS Tak Lagi Relevan dalam Perang Masa Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved