Chico Hakim: Rekayasa Penggelembungan Suara PSI Harus Ditolak
Minggu, 03 Maret 2024 - 18:40 WIB
loading...
A
A
A
Ia menduga suara PSI naik signifikannya dilatarbelakangi adanya penggelembungan suara dan mengambil alih dari suara hal. Menurutnya hal ini dimungkinkan apabila melihat pemilu yang sedari awal sarat dugaan intervensi dari kekuasaan yang diduga melibatkan ASN, TNI-Polri, dan penyelenggara pemilu (KPU dan Bawaslu) sejak awal masa kampanye bahkan sebelum.
“Naiknya secara signifikan suara PSI dan turunnya suara PPP semakin menegaskan bahwa ada penggelembungan suara dengan mengambil suara dari partai lain,” tegas dia.
Menurutnya, rekayasa penggelembungan suara untuk PSI pun harus ditolak secara tegas. Sebab jika tidak, Chico yakin rakyat akan menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden yang menghilangkan partai berlambang Ka’bah lantaran mendukung Ganjar dan Mahfud di Pilpres 2024.
"Bila ini terus terjadi hingga akhir penghitungan suara, maka masyarakat akan menilai Presiden Jokowi sebagai Presiden yang menghilangkan sejarah Partai Ka’bah (karena mendukung Ganjar-Mahfud) dari Indonesia akibat dukungannya ke PSI. Rekayasa penggelembungan suara PSI harus ditolak," sambungnya.
Politikus PDIP itu menyebut bahwa PSI hanya mampu lolos ambang batas empat persen lantaran adanya kekuasaan yang ikut andil. “Karena memang sejak awal diduga PSI seharusnya tidak lolos sebagai peserta pemilu, hanya karena campur tangan kekuasaanlah yang membuat PSI lolos,” pungkasnya.
“Naiknya secara signifikan suara PSI dan turunnya suara PPP semakin menegaskan bahwa ada penggelembungan suara dengan mengambil suara dari partai lain,” tegas dia.
Menurutnya, rekayasa penggelembungan suara untuk PSI pun harus ditolak secara tegas. Sebab jika tidak, Chico yakin rakyat akan menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden yang menghilangkan partai berlambang Ka’bah lantaran mendukung Ganjar dan Mahfud di Pilpres 2024.
"Bila ini terus terjadi hingga akhir penghitungan suara, maka masyarakat akan menilai Presiden Jokowi sebagai Presiden yang menghilangkan sejarah Partai Ka’bah (karena mendukung Ganjar-Mahfud) dari Indonesia akibat dukungannya ke PSI. Rekayasa penggelembungan suara PSI harus ditolak," sambungnya.
Politikus PDIP itu menyebut bahwa PSI hanya mampu lolos ambang batas empat persen lantaran adanya kekuasaan yang ikut andil. “Karena memang sejak awal diduga PSI seharusnya tidak lolos sebagai peserta pemilu, hanya karena campur tangan kekuasaanlah yang membuat PSI lolos,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :