Perludem: Idealnya Ambang Batas Parlemen di Indonesia 1 Persen

Kamis, 29 Februari 2024 - 23:51 WIB
loading...
Perludem: Idealnya Ambang...
Perludem sebagai pihak pemohon atas gugatan ambang batas parlemen di Mahkamah Konstitusi (MK) memiliki angka ideal yang sebenarnya bisa diturunkan. Foto: Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) sebagai pihak pemohon atas gugatan ambang batas parlemen di Mahkamah Konstitusi (MK) memiliki angka ideal yang sebenarnya bisa diturunkan dari angka sebelumnya. Diketahui, ambang batas parlemen yang dipakai saat ini sebesar 4 persen.

Peneliti Perludem Ihsan Maulana mengatakan, angka ideal ini tidak begitu saja muncul. Ada perhitungan yang dilakukan oleh ahli yang juga turut dihadirkan dalam sidang di MK.

Baca juga: Perludem: Banyak Suara Terbuang dengan Penerapan Ambang Batas Parlemen 4%

"Ahli yang kami hadirkan menyebutkan bahwa idealnya untuk Indonesia saat ini 1 persen," kata Ihsan, Kamis (29/2/2024).

Dia menyadari meskipun dianggap ideal, angka ini juga tetap memiliki implikasi terhadap hilangnya suara. Namun, angka ini tentunya jauh lebih baik dibandingkan ambang batas minimal parlemen yang ada sekarang ini.

"Kalau 1 persen saja dikonversi, itu masih ada 2,3 juta suara yang terbuang begitu ya. Tapi, angka itu jauh lebih baik dibanding 4 persen, yang angka terbuangnya bahkan sampai dengan 13 juta tentu ini sangat tidak efektif sekali," ujar Ihsan.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jokowi Pede PSI Masuk...
Jokowi Pede PSI Masuk Parlemen Senayan di Pemilu 2029
Threshold DPRD Dinilai...
Threshold DPRD Dinilai Reduksi Demokrasi Lokal, Gardian Muhammad Minta Reformasi Politik Substantif
PDIP Bentuk Tim Evaluasi...
PDIP Bentuk Tim Evaluasi RUU Pemilu, Andreas: Saya Dengar Inisiatifnya Diambil Alih Pemerintah
Bicara Ambang Batas...
Bicara Ambang Batas Parlemen, Waketum Perindo: Jangan Sampai Suara Terbuang Sia-sia!
Rampai Nusantara Sangkal...
Rampai Nusantara Sangkal PSI Gagal Masuk Parlemen karena Jokowi
GKSR Minta Revisi UU...
GKSR Minta Revisi UU Pemilu Libatkan Partai Non-Parlemen dan Hapus Parliamentary Threshold
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
2 Anggota DPR Amerika...
2 Anggota DPR Amerika Serikat Mundur karena Skandal Seks
BNP Menang Pemilu Bangladesh,...
BNP Menang Pemilu Bangladesh, Raih 209 dari 297 Kursi
Rekomendasi
Saat Infrastruktur,...
Saat Infrastruktur, Fasilitas, dan Komunitas Tumbuh Bersama dalam Satu Kawasan
Pengetatan Standar Migrasi...
Pengetatan Standar Migrasi BPA Galon Polikarbonat Dipertanyakan, Pakar: Perlu Ada Studi
Reza Arap Ungkap Momen...
Reza Arap Ungkap Momen Paling Berkesan Bersama Lula Lahfah saat Syuting Harusnya Horror
Berita Terkini
Prabowo Minta Tindakan...
Prabowo Minta Tindakan Tegas Terhadap Penyelewengan Tak Merusak Stabilitas Nasional
3 Fakta yang Telah Diungkap...
3 Fakta yang Telah Diungkap KPK Terkait OTT Bupati Lombok Barat
Wamenag: Pencegahan...
Wamenag: Pencegahan LGBT Akan Masuk Kurikulum Mulai Kelas 4 SD
TPPU Dinilai Bisa Jadi...
TPPU Dinilai Bisa Jadi Pintu Masuk Bongkar Kasus Eks Jampidsus
Mayjen TNI (Purn) Prihati...
Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito Uji Disertasi Doktor Johan Akbari di Universitas Bhayangkara
DNIKS dan Diplomasi...
DNIKS dan Diplomasi Kesejahteraan Sosial Indonesia
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved