Kepala BKKBN Ungkap Botol Tidak Steril Sebabkan Anak Diare
Kamis, 29 Februari 2024 - 17:03 WIB
loading...
A
A
A
"Saya berterima kasih sekali dengan Kaper BKKBN Aceh, Ibu Vina, yang cepat respon, dan Desember 2023 lalu mengumpulkan 710 keuchik dari desa lokus stunting mengikuti sosialisasi stunting. Semoga dengan mendapatkan pemahaman tersebut, intervensi yang dilakukan tepat sasaran,” kata Ayu di depan peserta Rakor TPPS.
Ayu juga mengungkapkan, hal lain yang paling mencengangkan berkaitan dengan perubahan perilaku, adalah peran suami selama kelahiran terkait pemberian ASI, sangat minim. Minim juga suami yang mendorong istri pergi ke posyandu memeriksakan kesehatan kehamilan maupun membawa batuta dan balita ke posyandu.
Ada kasus yang ditemukan Ayu, yakni seorang suami karena ASI istrinya encer, mendorong isrinya agar memberikan bayi susu formula. Istri menerima saran tersebut. Karena ingin hemat, susu botol ditambahkan air agar encer. "Inilah kondisi yang terjadi. Untuk itu saya sangat berharap para suami ikut serta berperan mendorong istri memberikan ASI kepada bayi hingga berusia dua tahun,” kata Ayu.
Ayu juga mengungkapkan, menemukan banyak kader posyandu salah ukur tinggi badan balita dengan menggunakan ukuran kain, sehingga data stunting tidak valid. Ayu menambahkan, sejumlah penyebab lainnya kader sering diganti dan pencatatan yang dilakukan kader tidak dikonfirmasi petugas kesehatan.
"Saya sangat memohon agar kader yang sudah dilatih tidak diganti. Oleh sebab itu, juga perlu diatur dengan regulasi supaya kader pada tingkat paling bawah bisa didampingi sehingga bekerja sesuai SOP yang ada," kata Ayu.
Wakil Ketua TPPS Aceh ini juga berharap peran TPPS yang terdiri dari berbagai unsur pemangku kebijakan dapat terus meningkatkan perannya dalam penurunan stunting di Aceh. Dia yakin bahwa peran tersebut akan berdampak signifikan untuk masa depan anak Aceh yang lebih baik.
Kegiatan yang dibuka Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Iskandar, yang mewakili Ketua TPPS Aceh turut dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Aceh Safrina Salim; TPPS Aceh yang terdiri dari berbagai unsur pemangku kebijakan, di antaranya Bappeda Aceh, Badan Pangan Nasional, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong; serta instansi dan organisasi masyarakat.
Ayu juga mengungkapkan, hal lain yang paling mencengangkan berkaitan dengan perubahan perilaku, adalah peran suami selama kelahiran terkait pemberian ASI, sangat minim. Minim juga suami yang mendorong istri pergi ke posyandu memeriksakan kesehatan kehamilan maupun membawa batuta dan balita ke posyandu.
Ada kasus yang ditemukan Ayu, yakni seorang suami karena ASI istrinya encer, mendorong isrinya agar memberikan bayi susu formula. Istri menerima saran tersebut. Karena ingin hemat, susu botol ditambahkan air agar encer. "Inilah kondisi yang terjadi. Untuk itu saya sangat berharap para suami ikut serta berperan mendorong istri memberikan ASI kepada bayi hingga berusia dua tahun,” kata Ayu.
Ayu juga mengungkapkan, menemukan banyak kader posyandu salah ukur tinggi badan balita dengan menggunakan ukuran kain, sehingga data stunting tidak valid. Ayu menambahkan, sejumlah penyebab lainnya kader sering diganti dan pencatatan yang dilakukan kader tidak dikonfirmasi petugas kesehatan.
"Saya sangat memohon agar kader yang sudah dilatih tidak diganti. Oleh sebab itu, juga perlu diatur dengan regulasi supaya kader pada tingkat paling bawah bisa didampingi sehingga bekerja sesuai SOP yang ada," kata Ayu.
Wakil Ketua TPPS Aceh ini juga berharap peran TPPS yang terdiri dari berbagai unsur pemangku kebijakan dapat terus meningkatkan perannya dalam penurunan stunting di Aceh. Dia yakin bahwa peran tersebut akan berdampak signifikan untuk masa depan anak Aceh yang lebih baik.
Kegiatan yang dibuka Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Iskandar, yang mewakili Ketua TPPS Aceh turut dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Aceh Safrina Salim; TPPS Aceh yang terdiri dari berbagai unsur pemangku kebijakan, di antaranya Bappeda Aceh, Badan Pangan Nasional, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong; serta instansi dan organisasi masyarakat.
(rca)
Lihat Juga :