Kepala BKKBN Ungkap Botol Tidak Steril Sebabkan Anak Diare

Kamis, 29 Februari 2024 - 17:03 WIB
loading...
A A A
Sebagaimana diketahui, prevalensi stunting Aceh pada 2021 sebesar 33,2%, dan pada 2022 turun dua digit menjadi 31,2% (hasil SSGI 2022). “Cegah stunting penting di periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPH), sejak terjadinya konsepsi sampai usia bayi dua tahun. Dalam masa tersebut pola asuh dan asupan yang berkualitas seperti ikan perlu diberikan kepada anak. Sebab 80 persen kecerdasan anak terbentuk di 1.000 HPK. Ini sangat penting bagi perkembangan anak selanjutnya,” katanya.

Hasto mengatakan, Allah akan menutup ubun-ubun bayi setelah usia dua tahun. Kecil kemungkinan perkembangan otak bayi setelah usia dua tahun. “Maka itu, pre konsepsi penting dilakukan para calon pengantin (catin), dan tidak besar biayanya dibandingkan mempersiapkan pra wedding," ujar Hasto.

Kehidupan berkeluarga, lanjutnya, perlu dipersiapkan dengan baik. "Sebab epidemiologi terjadinya kehamilan setelah perkawinan adalah selama 18 bulan,” tutur dokter Hasto.

Ia juga mengatakan, salah satu penyebab terjadi stunting karena jarak kelahiran anak yang terlalu dekat. Hal tersebut mengakibatkan pola asuh yang diberikan kepada anak tidak maksimal. Padahal, kata Dokter Hasto, setiap anak perlu diberikan ASI paling kurang selama 24 bulan atau dua tahun.

Dokter Hasto mengungkapkan, beberapa alasan mengapa bayi tidak menyusui. Sebesar 65,7% karena ASI tidak keluar, 8,4% terjadi rawat pisah antara ibu dan bayi, 6,6% anak tidak bisa menyusui, dan 2,2% karena si ibu repot.

Menjawab wartawan, di sela acara, dokter Hasto menegaskan bahwa BKKBN dan mitra terkait mengawal ketat program percepatan penurunan stunting, sehingga target 14 persen di 2024 bisa dicapai. Atas pertanyaan lainnya, dokter Hasto mengatakan bahwa menurunkan stunting jauh lebih strategis daripada mengejar anak stunting.

Hasto juga mengingatkan bahwa yang paling efektif menurunkan stunting adalah dengan mengintervensi mereka yang hamil atau yang akan hamil. Sementara itu, Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Aceh yang juga Wakil Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Aceh Ayu Marzuki meminta Tim Percepatan Penurunan Stunting agar memperkuat sosialisasi tentang stunting hingga ke tingkat desa.

Ayu menuturkan, masih banyak Keuchik atau kepala desa, bahkan istri kepala desa yang notabane Ketua TPPS tingkat Gampong belum mengetahui apa itu stunting. Ayu mengungkapkan malah banyak yang menganggap bahwa stunting itu penyakit.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sesmendukbangga Dorong...
Sesmendukbangga Dorong Daerah Serius Memanfaatkan Bonus Demografi
GENTING Collaboration...
GENTING Collaboration Summit 2025 Teguhkan Sinergi Pentahelix untuk Arah Kebijakan 2026
Generasi Muda Dukung...
Generasi Muda Dukung Program Prioritas BKKBN
Akademi Keluarga Indonesia...
Akademi Keluarga Indonesia Bekali Remaja Menjadi Generasi Emas Berkarakter Kuat
Jutaan Orang Ingin Punya...
Jutaan Orang Ingin Punya Anak Tapi Tidak Bisa Membangun Keluarga yang Diinginkan
Kesetaraan Gender dalam...
Kesetaraan Gender dalam Ber-KB
Pilu! Temuan Kotak ASI...
Pilu! Temuan Kotak ASI di Kecelakaan Maut Kereta Bekasi, Diduga Milik Ibu Pejuang ASI
Waspada! Ini 5 Penyakit...
Waspada! Ini 5 Penyakit yang Sering Muncul saat Banjir
Marak Bullying di Kalangan...
Marak Bullying di Kalangan Gen Z, Menteri Wihaji: Semua Bentuk Perundungan Harus Dilawan
Rekomendasi
BPDP, Ditjenbun dan...
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen
Pegadaian Gelar Literasi...
Pegadaian Gelar Literasi Keuangan dan Investasi Emas di Kemendes PDT
Tarif Transjabodetabek...
Tarif Transjabodetabek Blok M-Bandara Soetta Disesuaikan, Pramono: Naik Transportasi Lain di Atas Rp100 Ribu
Berita Terkini
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Infografis
Profil Nanik S Deyang,...
Profil Nanik S Deyang, Kepala BGN Pengganti Dadan Hindayana
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved