Klaster Baru Muncul, Satgas Covid-19 Akui Pembukaan Sekolah Tak Sempurna

Jum'at, 14 Agustus 2020 - 07:52 WIB
loading...
Klaster Baru Muncul,...
Sekolah Luar Biasa (SLB) Widya Tama Surabaya, mulai membuka aktivitas belajar tatap mukadengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Foto: SINDOnews/Ali Masduki
A A A
JAKARTA - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengaku telah mendengar laporan adanya klaster Covid-19 sekolah. Karena itu dia mengingatkan beberapa hal yang mesti dipatuhi dalam pembukaan sekolah untuk kegiatan tatap muka.

“Perlu kami sampaikan bahwa sekolah yang dibuka adalah sekolah-sekolah dari zonasi risiko hijau yaitu tidak ada kasus atau sudah tidak ada kasus baru. Dan juga zona kuning,” ungkapnya saat konferensi pers, Kamis (13/8/2020).

Dia menegaskan bahwa pembukaan sekolah tidak boleh dilakukan asal-asalan. Ada proses prakondisi serta timing yang tepat. Selain itu, harus ada prioritas. "Mana yang harus dibuka dahulu dan mana yang belum. Kemudian juga berkonsultasi koordinasi antara satgas daerah dan satgas pusat. Dan yang terakhir monitoring evaluasi,” katanya.

(Baca: Satgas COVID-19 Ajak Masyarakat Isi Kemerdekaan dengan Disiplin Protokol Kesehatan)

Menurutnya jika ada kasus baru di sekolah maka proses pembukaan sekolah belum sempurna. Termasuk dalam melakukan simulasi, yang mana perlu persetujuan orang tua murid, persiapan sekolah dan transportasi yang memadai.

“Apabila terjadi kluster atau kasus baru di dalam sekolah itu tentunya terkait dengan proses pembukaan yang mungkin belum sempurna,” katanya.

Di sisi lain komunitas-komunitas juga harus menjaga diri dengan baik. Hal ini mencegah agar tidak ada penyakit yang dibawa dari rumah ke sekolah.

“Begitu juga tidak ada penyakit yang tersebar di fasilitas sekolah. Kalau itu semua dilakukan dengan baik seharusnya tidak terjadi klaster-klaster di sekolah atau mana pun juga yang ada,” tuturnya.

(Baca: Ini 9 Daerah dengan Kasus Aktif Covid-19 di Atas 1.000)

Lebih lanjut Wiku juga mengimbau pimpinan daerah dan masyarakat untuk bekerjasama dalam pelaksanaan protokol kesehatan. Hal ini agar kegiatan sosial ekonominya betul-betul terkendali.

“Apabila peningkatan kasusnya sudah mulai tinggi dan tidak bisa terkendali maka kita perlu melakukan pengereman atau pengurangan aktivitas tersebut. Bahkan penghentian dari aktivitas sosial ekonomi tersebut,” ujar Wiku.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mendikdasmen Sesalkan...
Mendikdasmen Sesalkan Tindakan Kepala Daerah Mudah Copot Jabatan Kepala Sekolah
Kemenpar Apresiasi WisataSekolah...
Kemenpar Apresiasi WisataSekolah Gabung Komunitas Wisata Edukasi Global
Status Pandemi Dicabut,...
Status Pandemi Dicabut, Menko PMK: Satgas Covid-19 Otomatis Bubar
Status Pandemi Dicabut,...
Status Pandemi Dicabut, Pemerintah Tetap Jamin Vaksinasi dan Pengobatan Pasien Covid-19
Indonesia Masuk Endemi,...
Indonesia Masuk Endemi, Satgas Beberkan Dasar Pencabutan Status Pandemi Covid-19
Covid-19 Per 8 Mei 2023,...
Covid-19 Per 8 Mei 2023, Bertambah 1.149 Kasus dan 21 Orang Meninggal
Meriahkan Milad Ke-13,...
Meriahkan Milad Ke-13, Edu Global School Gelar Rangkaian EGSVERSARY
Baznas Bagikan 20.000...
Baznas Bagikan 20.000 Perlengkapan Sekolah untuk Siswa Korban Banjir Sumatera
Sport Fest 2025, Prime...
Sport Fest 2025, Prime Smart Islamic Montessori: Merdeka, Sehat, dan Inklusif
Rekomendasi
Presiden Prabowo Berikan...
Presiden Prabowo Berikan Bantuan Alat Drumben untuk SDN Tegalega Sukabumi
PT Pegadaian CPS Pondok...
PT Pegadaian CPS Pondok Aren Bersama Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen dan PNM Gelar Pelatihan Vokasi untuk Difabel di Brebes
Berita Terkini
Prabowo Bertemu Kapolri...
Prabowo Bertemu Kapolri di Istana, Terima Laporan Kamtibmas-Persiapan Hari Bhayangkara 2026
Komisi I Bangga TNI...
Komisi I Bangga TNI Ikut Urus Pertanian, Dave Laksono: Ini Bukan Kembali ke Dwifungsi
Keberlangsungan Energi...
Keberlangsungan Energi Listrik vs Dominasi Oligarki Batubara
Peradi SAI Siap Jembatani...
Peradi SAI Siap Jembatani Dunia Usaha dan Hukum dalam Pelaksanaan KUHP Baru
Masa Penahanan Dadan...
Masa Penahanan Dadan Hindayana Cs Diperpanjang 40 Hari ke Depan
Indonesia Berkomitmen...
Indonesia Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja
Infografis
Ukraina Akui Jet tempur...
Ukraina Akui Jet tempur F-16 AS Tak Bisa Tandingi Su-35 Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved