Pemerintah Harus Segera Turunkan Harga Beras
Rabu, 28 Februari 2024 - 19:20 WIB
loading...
A
A
A
Indonesia pun kesulitan untuk impor beras. Impor beras dari China batal, karena harganya yang kemahalan. Impor dari India juga sulit, karena India masih menerapkan kebijakan tidak mengekspor beras. Produksi beras mereka diprioritaskan untuk kebutuhan dalam negeri.
Ada juga yang mengaitkan naiknya harga beras dengan masifnya Bansos Beras saat jelang Pemilu. Sekjen Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Reynaldi Sarijowan menyebut harga beras saat ini tembus rekor tertinggi di era pemerintahan Presiden Jokowi.
Reynaldi menyindir lonjakan harga itu dipicumasifnyagelontoranbansos dan bantuan pangan beras 10 kg sebelum Pilpres2024 kemarin. Pasalnya, setelah itu, kelangkaan pasokan beras mulai terjadi. Menurutnya, pembagian bansos dalam momentum politik itu tentu menimbulkan tarik-menarik dengan stok beras di pasar.
baca juga: Tom Lembong Sebut Melonjaknya Harga Beras Disebabkan Kebijakan Bansos Besar-besaran
Ujungnya terjadi lonjakan harga, bahkan kelangkaan. Faktanya lagi menurut Reynaldi, menteri terkait dalam hal pasokan beras, seperti Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan , dan Menteri BUMN Erick Thohir secara telanjang mendukung paslon tertentu. Kecurigaan Reynaldi memang punya dasar yang kuat.
Apapun faktor penyebabnya Pemerintah harus segera membuat harga beras turun. Apalagi menjelang Bulan Suci Ramadan saat permintaan akan kebutuhan pokok memang naik. Seharusnya hal seperti ini sudah bisa diantisipasi sejak jauh hari. Bukankah periode Ramadan-Idul Fitri selalu datang setiap tahun.
Tahun politik memang rawan untuk memanfaatkan isu yang sensitif di tengah masyarakat. Saat harga beras mulai tembus Rp1 juta per karung, para elite politik malah sibuk membahas usulan Hak Angket. Pemerintah harus mengantisipasi kenaikan harga beras di tahun politik seperti sekarang, karena bisa dimanfaatkan pihak-pihak yang memang ingin memancing di air keruh.
Ada juga yang mengaitkan naiknya harga beras dengan masifnya Bansos Beras saat jelang Pemilu. Sekjen Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) Reynaldi Sarijowan menyebut harga beras saat ini tembus rekor tertinggi di era pemerintahan Presiden Jokowi.
Reynaldi menyindir lonjakan harga itu dipicumasifnyagelontoranbansos dan bantuan pangan beras 10 kg sebelum Pilpres2024 kemarin. Pasalnya, setelah itu, kelangkaan pasokan beras mulai terjadi. Menurutnya, pembagian bansos dalam momentum politik itu tentu menimbulkan tarik-menarik dengan stok beras di pasar.
baca juga: Tom Lembong Sebut Melonjaknya Harga Beras Disebabkan Kebijakan Bansos Besar-besaran
Ujungnya terjadi lonjakan harga, bahkan kelangkaan. Faktanya lagi menurut Reynaldi, menteri terkait dalam hal pasokan beras, seperti Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan , dan Menteri BUMN Erick Thohir secara telanjang mendukung paslon tertentu. Kecurigaan Reynaldi memang punya dasar yang kuat.
Apapun faktor penyebabnya Pemerintah harus segera membuat harga beras turun. Apalagi menjelang Bulan Suci Ramadan saat permintaan akan kebutuhan pokok memang naik. Seharusnya hal seperti ini sudah bisa diantisipasi sejak jauh hari. Bukankah periode Ramadan-Idul Fitri selalu datang setiap tahun.
Tahun politik memang rawan untuk memanfaatkan isu yang sensitif di tengah masyarakat. Saat harga beras mulai tembus Rp1 juta per karung, para elite politik malah sibuk membahas usulan Hak Angket. Pemerintah harus mengantisipasi kenaikan harga beras di tahun politik seperti sekarang, karena bisa dimanfaatkan pihak-pihak yang memang ingin memancing di air keruh.
Lihat Juga :