alexametrics

Istilah Jenderal Kardus dan Reaksi PBNU Sinyal Muncul Poros Ketiga

loading...
Istilah Jenderal Kardus dan Reaksi PBNU Sinyal Muncul Poros Ketiga
Tidak tertutup kemungkinan poros ketiga muncul dalam pilpres. Adapun konflik Demokrat dan Gerindra serta reaksi PBNU terhadap Jokowi menjadi sinyal munculnya kekuatan baru selain kubu Jokowi dan Prabowo. Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Pernyataan Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Andi Arif yang menyebut Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai Jenderal Kardus dinilai tidak tepat.

Meski demikian, pernyataan tersebut dinilai mengindikasikan adanya politik transaksional.



Pengamat politik Universitas Gadjah Mada (UGM), Nyarwi Ahmad mengungkapkan politik transaksional menjurus kepada bagi-bagi kekuasan atau power sharing jika nantinya koalisi itu menang.

Selain itu, politik transaksional juga semakin memperlihatkan kepada publik tentang masalah pendanaan pilpres. "Munculnya istilah Jenderal Kardus mengindikadikan bahwa kedua poin tersebut terkait," ujar Nyarwi kepada SINDOnews, Kamis (9/8/2018). (Baca juga: Begini Penjelasan Andi Arief Soal Cuitan Jenderal Kardus)

Nyarwi mengatakan, munculnya istilah jenderal kardus yang kemudian ditanggapi balik oleh politikus Partai Gerindra tak menutup kemungkinan Demokrat bisa hengkang dari kubu Prabowo.

Di saat bersamaan di kubu petahana Joko Widodo (Jokowi) juga masih menyimpan persoalan.

Salah satu anggota koalisi, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terlihat "ngambek" setelah mendengar informasi Jokowi gagal menggaet Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menjadi bakal cawapres Jokowi.
halaman ke-1 dari 2
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak