Istilah Jenderal Kardus dan Reaksi PBNU Sinyal Muncul Poros Ketiga

Kamis, 09 Agustus 2018 - 09:10 WIB
Istilah Jenderal Kardus...
Istilah Jenderal Kardus dan Reaksi PBNU Sinyal Muncul Poros Ketiga
A A A
JAKARTA - Pernyataan Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Andi Arif yang menyebut Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai Jenderal Kardus dinilai tidak tepat.

Meski demikian, pernyataan tersebut dinilai mengindikasikan adanya politik transaksional.

Pengamat politik Universitas Gadjah Mada (UGM), Nyarwi Ahmad mengungkapkan politik transaksional menjurus kepada bagi-bagi kekuasan atau power sharing jika nantinya koalisi itu menang.

Selain itu, politik transaksional juga semakin memperlihatkan kepada publik tentang masalah pendanaan pilpres. "Munculnya istilah Jenderal Kardus mengindikadikan bahwa kedua poin tersebut terkait," ujar Nyarwi kepada SINDOnews, Kamis (9/8/2018). (Baca juga: Begini Penjelasan Andi Arief Soal Cuitan Jenderal Kardus )

Nyarwi mengatakan, munculnya istilah jenderal kardus yang kemudian ditanggapi balik oleh politikus Partai Gerindra tak menutup kemungkinan Demokrat bisa hengkang dari kubu Prabowo.

Di saat bersamaan di kubu petahana Joko Widodo (Jokowi) juga masih menyimpan persoalan.

Salah satu anggota koalisi, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terlihat "ngambek" setelah mendengar informasi Jokowi gagal menggaet Muhaimin Iskandar (Cak Imin) menjadi bakal cawapres Jokowi.

Menurut Nyarwi, hal ini masih ditambah dengan kehendak politik yang tak "langsung" dari PBNU yang memperlihatkan ketidaksenangan jika cawapres Jokowi bukan dari kader Nahdlatul Ulama (NU). (Baca juga: Reaksi PBNU jika Cawapres Jokowi Bukan dari Nahdliyin )

Dalam hal ini, kata dia, PKB juga berpotensi keluar dari koalisi Jokowi untuk membentuk poros baru.

"Jika ini yang terjadi maka Pilpres 2019 akan diramaikan dengan tiga poros," tandasnya.
(dam)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Megawati Usul Tak Diubah,...
Megawati Usul Tak Diubah, Inilah Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019
Survei: 62,2% Pendukung...
Survei: 62,2% Pendukung di 2019 Tetap Loyal Pilih Prabowo di Pilpres 2024
Penyerahan Data Pemilu...
Penyerahan Data Pemilu 2019
Haikal Hassan: Hentikan...
Haikal Hassan: Hentikan Sebut Cebong-Kadrun, Enggak Malu Sama Orang Tua Kita Dulu
Berita Terkini
Fenomena Matahari Tepat...
Fenomena Matahari Tepat di Atas Kakbah, Kemenag Verifikasi Arah Kiblat di 725.669 Titik
Periksa Anggota BPK...
Periksa Anggota BPK Bobby Rizaldi, KPK Dalami Dugaan Pengaturan Opini WTP Pemkab Muara Enim
Hari Ini, Tersangka...
Hari Ini, Tersangka Don Ritto dan Barang Bukti Dilimpahkan ke Kejagung
Hendardi Beberkan 3...
Hendardi Beberkan 3 Kejanggalan Penanganan Kasus Febrie Adriansyah oleh Kejagung: Keberanian KPK Sedang Diuji
3 Brigjen Pol Dimutasi...
3 Brigjen Pol Dimutasi Kapolri ke Divkum Polri pada Juni 2026, Ini Daftar Namanya
M Jasin Dorong KPK Ambil...
M Jasin Dorong KPK Ambil Alih Kasus Febrie Andriansyah: Jangan Ewuh Pakewuh
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved