Cak Imin Kritik Pemerintah: Bansos Besar-besaran Jelang Pilpres Tak Mampu Stabilkan Harga Beras
Jum'at, 23 Februari 2024 - 11:05 WIB
loading...
Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 1 Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengkritisi langkah pemerintah yang cenderung lamban mengatasi permasalahan pasokan dan harga beras yang melonjak. Foto/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 1 Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengkritisi langkah pemerintah yang cenderung lamban mengatasi permasalahan pasokan dan harga beras yang melonjak. Menurutnya, gerojokan bantuan sosial (bansos) beras besar-besaran jelang Pilpres 2024 pun tak mampu menstabilkan harga beras.
Ia menjelaskan berdasarkan data panel harga pangan nasional akhir bulan lalu menunjukkan jika harga beras medium berada di kisaran Rp13.430/kilogram, sedangkan harga beras premium berada di kisaran Rp15.340/kilogram. Harga ini melampaui harga eceran tertinggi (HET) beras medium di kisaran Rp10.900-Rp11.800 per kilogram dan HET beras premium di kisaran Rp13.900-Rp14.800.
“Gerojokan bansos yang besar-besaran jelang pemungutan suara lalu kepada 21,35 juta keluarga ternyata juga belum mampu menstabilkan harga,” kata Cak Imin dalam keterangannya dikutip, Jumat (23/2/2024).
Baca juga: Pasokan Beras Seret, Bagi-bagi Bansos Jokowi Jalan Terus
Ia menjelaskan berdasarkan data panel harga pangan nasional akhir bulan lalu menunjukkan jika harga beras medium berada di kisaran Rp13.430/kilogram, sedangkan harga beras premium berada di kisaran Rp15.340/kilogram. Harga ini melampaui harga eceran tertinggi (HET) beras medium di kisaran Rp10.900-Rp11.800 per kilogram dan HET beras premium di kisaran Rp13.900-Rp14.800.
“Gerojokan bansos yang besar-besaran jelang pemungutan suara lalu kepada 21,35 juta keluarga ternyata juga belum mampu menstabilkan harga,” kata Cak Imin dalam keterangannya dikutip, Jumat (23/2/2024).
Baca juga: Pasokan Beras Seret, Bagi-bagi Bansos Jokowi Jalan Terus
Lihat Juga :