Tionghoa dalam Pendidikan Sejarah di Indonesia

Kamis, 22 Februari 2024 - 05:11 WIB
loading...
A A A
Dalam buku ini Hendra Kurniawan melakukan kajian terhadap Buku Sejarah Nasional dan buku teks Pelajaran Sejarah untuk menggambarkan bagaimana posisi orang Tionghoa dalam sejarah nasional. Hendra Kurniawan memakai wacana kritis sebagai pisau analisis.

Hendra mengkaji buku-buku sejarah sebelum Orde Baru, buku Sejarah Nasional Indonesia (terbit 6 jilid) yang ditulis di masa Orde Baru, buku Sejarah Nasional Indonesia yang direvisi di masa Reformasi dan buku Indonesia Dalam Arus Sejarah (IDAS) sebagai latar belakang kajian terhadap buku teks Pelajaran Sejarah Kurikulum 2013 untuk SMA.

Secara ringkas, Hendra menuturkan bahwa penulisan sejarah tentang peran orang Tionghoa mengalami banyak kemunduran di era Orde Baru. Bahkan narasi peran orang Tionghoa lenyap dalam Sejarah Nasional Indonesia versi Orde Baru (hal. 9).

baca juga: 5 Negara ASEAN dengan Etnis Tionghoa Terbanyak

Di era reformasi, semangat untuk melakukan pemulihan relasi dilakukan. Termasuk dalam penulisan sejarah dan buku teks mata pelajaran sejarah. Hendra menyimpulkan bahwa dalam buku sejarah dan buku teks mata pelajaran sejarah, pada tahap seleksi, tema Tionghoa telah muncul hampir pada semua topik, namun dengan porsi yang beragam (hal. 203).

Meski telah terakomodasi melalui seleksi, Hendra menemukan bahwa narasi yang direproduksi dalam buku teks mata pelajaran sejarah masih belum beranjak dari Tionghoa sebagai pendatang, peran ekonomi, dan Tionghoa sebagai sasaran kebencian masyarakat (hal. 204).

Peran orang Tionghoa di berbagai bidang, seperti politik, militer, budaya, kuliner, pakaian, arsitektur, olahraga tidak dibicarakan sama sekali. Tampilnya peran Tionghoa yang serba terbatas ini menurut Hendra disebabkan oleh dua hal, yaitu warisan politik asimilasi dan cara berpikir Tionghoa sebagai the other. Cara pandang para penulis buku teks mata pelajaran sejarah yang seperti ini berpotensi mengecilkan peran orang Tiongha sebagai bagian dari Bangsa Indonesia seutuhnya.

Selain dari buku teks mata pelajaran, Hendra juga menyoroti banyaknya guru sejarah yang masih menyimpan memori semantik dan episodik era Orde Baru. Padahal peran guru sama pentingnya dengan buku teks dalam membangun kognisi sosial para siswa sebagai anggota masyarakat.

Selanjutnya Hendra menyampaikan bahwa penggunaan buku teks yang minim kesadaran inklusif dan guru yang hanya mengacu pada buku teks berpotensi membangun kepahitan terhadap orang Tionghoa dan akan terus memelihara sentimen anti-Cina. Oleh sebab itu penggunaan buku teks membutuhkan kebijaksanaan guru dalam mengelola pembelajaran.

Kita beruntung karena saat ini Pemerintah Indonesia telah menggunakan Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka memberikan ruang yang lebih luas kepada guru untuk mengembangkan kompetensi siswanya, termasuk kompetensi sebagai warga negara dan warga dunia.

baca juga: Etnis Tionghoa dan Penyebaran Islam di Pulau Jawa
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengelola Sawit untuk...
Mengelola Sawit untuk Indonesia yang Kuat
Mengenal System Shift,...
Mengenal System Shift, Kerangka Baru Membaca Perubahan Dunia
Mudiruna, Kisah Ulama...
Mudiruna, Kisah Ulama Cahaya dari Rumah Sederhana
Bukan Motivasi Kosong,...
Bukan Motivasi Kosong, Positivo Theory Jadi Panduan Nyata Anak Muda Bangun Masa Depan
Prosumenesia: Era Baru...
Prosumenesia: Era Baru Konsumen Jadi Produsen Digital
BEM, Novel tentang Aktivis...
BEM, Novel tentang Aktivis yang Mengajak Menyelami Dunia Kepemimpinan
Buku “Misi untuk Raka”...
Buku Misi untuk Raka Diluncurkan, Edukasi Anak Usia Dini agar Seru Tanpa Gawai
Berani Sehat, Tak Perlu...
Berani Sehat, Tak Perlu Takut Kuman
Mahasiswa MNC University...
Mahasiswa MNC University Raih Juara 2 Duta Baca Kabupaten Bogor 2025
Rekomendasi
Nunggak Bayar Sewa Indekos,...
Nunggak Bayar Sewa Indekos, Motor Teman Diembat
Pramono Akan Resmikan...
Pramono Akan Resmikan CFD Rasuna Said saat HUT Jakarta, Mayoritas Warga Minta Dilanjutkan
Ikuti Audisi Miss Indonesia...
Ikuti Audisi Miss Indonesia 2026, Athaema Eswari Jumhur Sudah Persiapkan Sejak 2024
Berita Terkini
Pengamat: Seskab Teddy...
Pengamat: Seskab Teddy Punya Kapasitas untuk Dipercaya Presiden Prabowo
Seleksi Hakim Agung...
Seleksi Hakim Agung 2026 Berlanjut, 36 Kandidat Jalani Penelusuran Rekam Jejak
Roy Suryo Sentil Rismon...
Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ungkit Lagi Kasus Panci: Perkara Sudah Inkrah
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
Presiden Prabowo Fokus...
Presiden Prabowo Fokus pada Kebutuhan Dasar Rakyat dan Kesejahteraan Masyarakat
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved