Pilpres 2024 Dianggap Pemilu Terburuk, Ganjarist: Berlangsung Tidak Jurdil
Minggu, 18 Februari 2024 - 17:56 WIB
loading...
Ketua Umum Ganjarist Kris Tjandra menilai Pilpres 2024 diwarnai penuh kejanggalan. Dia optimistis berbagai kejanggalan tersebut masih bisa diproses oleh penyelenggara pemilu. Foto: iNews Media/Achmad Al Fiqri
A
A
A
JAKARTA - Ketua Umum Ganjarist Kris Tjandra menilai Pilpres 2024 diwarnai penuh kejanggalan. Dia optimistis berbagai kejanggalan tersebut masih bisa diproses oleh penyelenggara pemilu.
"Kita masih punya harapan bahwa kecurangan bakal ditindaklanjuti," ujar Kris di kawasan Brawijaya, Jakarta Selatan, Minggu (18/2/2024).
Baca juga: Lawan Kejanggalan Pilpres 2024, Relawan Ganjar-Mahfud Siap Komunikasi ke Pihak AMIN
Bagi dia, tindak lanjut kejanggalan pemilu bukan untuk pasangan nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD. "Jadi ini bukan bicara tentang 01, 02 atau 03, bukan," ucapnya.
Dorongan tindak lanjut kecurangan itu didasari keprihatinan atas kondisi pemilu saat ini. Dia menganggap penyelenggaraan Pilpres 2024 merupakan pemilu terburuk.
"Kita bisa melihat bagaimana pemilu kali ini berlangsung sangat tidak jurdil. Kita bisa lihat pengondisian di beberapa banyak wilayah di lapangan dan kita sebagai rakyat bukan hanya relawan. Pemerintah yang harusnya di posisi netral, kami tidak melihat itu," ungkapnya.
"Kita masih punya harapan bahwa kecurangan bakal ditindaklanjuti," ujar Kris di kawasan Brawijaya, Jakarta Selatan, Minggu (18/2/2024).
Baca juga: Lawan Kejanggalan Pilpres 2024, Relawan Ganjar-Mahfud Siap Komunikasi ke Pihak AMIN
Bagi dia, tindak lanjut kejanggalan pemilu bukan untuk pasangan nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD. "Jadi ini bukan bicara tentang 01, 02 atau 03, bukan," ucapnya.
Dorongan tindak lanjut kecurangan itu didasari keprihatinan atas kondisi pemilu saat ini. Dia menganggap penyelenggaraan Pilpres 2024 merupakan pemilu terburuk.
"Kita bisa melihat bagaimana pemilu kali ini berlangsung sangat tidak jurdil. Kita bisa lihat pengondisian di beberapa banyak wilayah di lapangan dan kita sebagai rakyat bukan hanya relawan. Pemerintah yang harusnya di posisi netral, kami tidak melihat itu," ungkapnya.
(jon)
Lihat Juga :