Lewat SBY, Prabowo Ingin Dengar Plus Minus AHY

Jum'at, 20 Juli 2018 - 14:10 WIB
Lewat SBY, Prabowo Ingin...
Lewat SBY, Prabowo Ingin Dengar Plus Minus AHY
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali dijadwalkan akan melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada Selasa 24 Juli 2018 pekan depan.

Berbagai hal bakal dibahas kedua pimpinan partai politik (parpol) itu di rumah SBY, Jalan Kuningan Timur VII, Kelurahan Kuningan Timur, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan.

Salah satunya, Prabowo ingin mendengar pandangan SBY mengenai plus minus Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) jika menjadi calon wakil presiden (cawapres) pendampingnya pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019.

"Nilai tambah dari AHY, kita ingin dengar," kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (20/7/2018).

Sebab, lanjut dia, selama ini Partai Demokrat menyampaikan AHY memiliki segmen pasar pemilih pemula atau pemilih milenial.

"Cerdas, pintar, ganteng, itu kan selama ini disampaikan. Nanti kan di dalam diskusi kan berkembang apa sih nilai plus kehadiran AHY kalau jadi cawapres," ujar Wakil Ketua Komisi II DPR ini.

Pertanyaan itu, kata dia, juga pernah disampaikan Prabowo saat melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan. "Apa sih nilai tambahnya sebagai ketua MPR, ketua partai dan pernah jadi menteri dan sebagainya," tuturnya. (Baca juga: Gerindra Hormati Keinginan Elite Demokrat Duetkan AHY dengan Prabowo )

Begitu pula saat Prabowo melakukan pertemuan dengan petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). "Kemudian apa sih kelebihan dari PKS kalau jadi cawapres, partainya yang solid, kemudian jaringan yang luas militan, umpamanya begitu, dan sebagainya," ujarnya.

Di samping itu, kata dia, pertemuan antara SBY dan Prabowo nanti juga akan membahas kondisi bangsa saat ini dan ke depan. Partai Gerindra, kata dia, ingin mendengar gagasan Partai Demokrat tentang bangsa ke depan dan format koalisi ke depan.

"Kedua, tentu membahas koalisi, ketiga pasti juga membahas cawapres," katanya.
(dam)
Berita Terkait
Sejarah Pemilu di Indonesia...
Sejarah Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa, Info Penting untuk Tugas Sekolah
Penelitian: Partai Perindo...
Penelitian: Partai Perindo Sukses Curi Perhatian Masyarakat pada Pemilu 2019
Megawati Usul Tak Diubah,...
Megawati Usul Tak Diubah, Inilah Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019
Survei: 62,2% Pendukung...
Survei: 62,2% Pendukung di 2019 Tetap Loyal Pilih Prabowo di Pilpres 2024
Penyerahan Data Pemilu...
Penyerahan Data Pemilu 2019
Refly Harun: Putusan...
Refly Harun: Putusan MA Sama Sekali Tak Pengaruhi Hasil Pilpres 2019
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
8 Agenda Prioritas Presiden...
8 Agenda Prioritas Presiden Prabowo Subianto di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved