Pakar Hukum Feri Amsari: Kecurangan Pemilu 2024 Dimulai dari Penunjukan Kepala Daerah
Sabtu, 17 Februari 2024 - 16:06 WIB
loading...
A
A
A
Feri menceritakan, politik gentong babi di mana daging babi yang diawetkan ke dalam gentong lalu dilemparkan oleh oleh tuannya ke para budak yang dipekerjakannya.
Dengan pemberian ini, maka sang budak mendoakan bagi tuannya, lantaran sudah mendapatkan makanan. Sehingga, mereka akan terus bekerja sebagai budak untuk tuannya.
Baca juga: Letjen TNI Pemilik Baret Merah Kopassus, Nomor 7 Termuda dan Eks Ajudan Jokowi
“Konsep gentong babi itulah yang diterapkan di banyak negara termasuk di kita, bansos dibagi-bagikan menuju hari H, ada BLT yang dirapel, lalu ada jumlah yang meningkat, pembagian bansos beras,” ujarnya.
Feri juga menyoroti adanya penambahan gaji penyelenggara pemilu dan aparat pemerintah jelang Pemilu 2024. “Itu politik gentong babi. Supaya Anda memaklumi kecurangan, dikasi dulu insentif. Politik ini tidak sehat, tapi ada sebagian memaklumi kalau dia petahana, tapi kalau dalam kondisi saat ini sulit dimaklumi karena yang menikmati anak petahana,” pungkasnya.
Dengan pemberian ini, maka sang budak mendoakan bagi tuannya, lantaran sudah mendapatkan makanan. Sehingga, mereka akan terus bekerja sebagai budak untuk tuannya.
Baca juga: Letjen TNI Pemilik Baret Merah Kopassus, Nomor 7 Termuda dan Eks Ajudan Jokowi
“Konsep gentong babi itulah yang diterapkan di banyak negara termasuk di kita, bansos dibagi-bagikan menuju hari H, ada BLT yang dirapel, lalu ada jumlah yang meningkat, pembagian bansos beras,” ujarnya.
Feri juga menyoroti adanya penambahan gaji penyelenggara pemilu dan aparat pemerintah jelang Pemilu 2024. “Itu politik gentong babi. Supaya Anda memaklumi kecurangan, dikasi dulu insentif. Politik ini tidak sehat, tapi ada sebagian memaklumi kalau dia petahana, tapi kalau dalam kondisi saat ini sulit dimaklumi karena yang menikmati anak petahana,” pungkasnya.
(cip)
Lihat Juga :