Menteri PUPR Tambah Air Baku Tirta Bhagasasi Bekasi
Kamis, 15 Februari 2024 - 18:18 WIB
loading...
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyetujui usulan Pemkab Bekasi terkait penambahan debit air baku di bawah pengelolaan Perumda Tirta Bhagasasi. Foto/MPI
A
A
A
BEKASI - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyetujui usulan Pemerintah Kabupaten Bekasi, terkait penambahan debit air baku. Hal itu untuk memaksimalkan pelayanan air bersih di bawah pengelolaan Perumda Tirta Bhagasasi.
Basuki mengatakan proyek lanjutan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jatiluhur menjadi salah satu solusi penambahan debit air baku bagi masyarakat di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi.
"Dengan adanya SPAM air Jatiluhur yang tambahan itu, termasuk offtaker-nya untuk Bekasi. Saat ini sudah dimulai, untuk tarifnya di Jakarta sudah disepakati," katanya di Bekasi, Kamis (15/2/2024).
Baca juga: Angka Kebocoran Air Masih Jadi Masalah Besar PDAM di Seluruh Indonesia
Menurut Basuki, penambahan debit air baku ini menjadi upaya pemerintah mencapai kehidupan yang layak bagi masyarakat Indonesia selain peningkatkan infrastruktur air, sanitasi, dan penanangan kasus stunting. "Untuk hidup layak itu harus ada air dan sanitasi, tapi untuk makmur itu konektivitas. Saya kira dua hal tersebut," katanya.
Basuki mengaku untuk mencapai kehidupan yang layak bagi masyarakat di negara-negara maju dibutuhkan air dan sanitasi. Seperti Portugal yang sudah memberikan layanan air minum kepada 99% penduduk negara itu.
Basuki mengatakan proyek lanjutan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jatiluhur menjadi salah satu solusi penambahan debit air baku bagi masyarakat di wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi.
"Dengan adanya SPAM air Jatiluhur yang tambahan itu, termasuk offtaker-nya untuk Bekasi. Saat ini sudah dimulai, untuk tarifnya di Jakarta sudah disepakati," katanya di Bekasi, Kamis (15/2/2024).
Baca juga: Angka Kebocoran Air Masih Jadi Masalah Besar PDAM di Seluruh Indonesia
Menurut Basuki, penambahan debit air baku ini menjadi upaya pemerintah mencapai kehidupan yang layak bagi masyarakat Indonesia selain peningkatkan infrastruktur air, sanitasi, dan penanangan kasus stunting. "Untuk hidup layak itu harus ada air dan sanitasi, tapi untuk makmur itu konektivitas. Saya kira dua hal tersebut," katanya.
Basuki mengaku untuk mencapai kehidupan yang layak bagi masyarakat di negara-negara maju dibutuhkan air dan sanitasi. Seperti Portugal yang sudah memberikan layanan air minum kepada 99% penduduk negara itu.
Lihat Juga :