TPN Lapor Bawaslu Indikasi Kelemahan Aplikasi Sirekap, Untungkan Paslon 02

Senin, 12 Februari 2024 - 21:05 WIB
loading...
TPN Lapor Bawaslu Indikasi...
Anggota Tim Hukum TPN Ganjar-Mahfud, Finsensius Mendrofa (tengah) melaporkan adanya indikasi kelemahan pada aplikasi resmi untuk menghitung suara dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), Sierakap. Foto/MPI
A A A
JAKARTA - Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud melaporkan adanya indikasi kelemahan pada aplikasi resmi untuk menghitung suara dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), Sirekap . Laporan ini ditujukan pada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

"Berdasarkan bukti yang kami miliki di dalam input yang dilakukan KPPS kita melihat bahwa input hasil formulir C1 hasil ada penambahan angka di salah satu nomor urut," ujar Anggota Tim Hukum TPN Ganjar-Mahfud Finsensius Mendrofa, Senin (12/2/2024). Baca juga: TPN Ganjar-Mahfud Sebut Film Dirty Vote Ungkap Kecurangan Pemilu Secara Masif

Bukti yang dipegang TPN merupakan berdasarkan simulasi penggunaan aplikasi Sirekap. Simulasi yang ditunjukkan bahwa setiap paslon mendapatkan suara sebanyak 93.

Namun, hasil rekapitulasi menunjukkan ada pertambahan angka pada salah satu paslon. Di saat yang sama juga terjadi pengurangan paslon.

"Di simulasi yang kami dapat ini kenaikan itu terjadi di paslon 02 dan pengurangan terjadi di paslon 03," jelasnya.

"Kami tidak menuduh bahwa ada rekayasa salah satu paslon di sini, tapi ini bukti simulasi yang kami dapatkan," sambung Finsensius.

TPN pun mendesak agar Bawaslu memberikan atensi atas temuan ini. TPN juga meminta agar Bawaslu turut serta dalam mengawasi ini.

Baca juga: TPN Ganjar-Mahfud Ajak Masyarakat Pilih Capres Sehat Jasmani dan Beretika

"Dilakukan uji coba simulasi antara KPU dengan TPN Ganjar-Mahfud," tutupnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Legal Standing Belum...
Legal Standing Belum Lengkap, Sidang Perdana Gugatan Bonatua Terhadap KPU-Rektor UGM Ditunda
Polemik Ijazah Jokowi,...
Polemik Ijazah Jokowi, Bonatua Silalahi Gugat KPU, Bawaslu, hingga Rektor UGM
Gugat Penetapan Capres...
Gugat Penetapan Capres 2014 dan 2019, Bonatua Bawa Novum Baru ke PTUN
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
Terbukti Selingkuh dan...
Terbukti Selingkuh dan Pungli, Anggota KPU OKU Timur Dipecat
PKB: Jangan Justru saat...
PKB: Jangan Justru saat Terjadi Politik Uang, Bawaslunya Malah Hilang
KPU Jakarta Timur Dorong...
KPU Jakarta Timur Dorong Parpol Memperbarui Data
Upaya Minimalkan Politik...
Upaya Minimalkan Politik Uang, Bawaslu Kaji Sistem Transaksi Nontunai
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Akan Gugat KPU terkait Ijazah Jokowi
Rekomendasi
Sensasi Merayakan Cinta...
Sensasi Merayakan Cinta di Kapel Tebing Bali 70 Meter di Atas Samudera Hindia
Jepang Gunakan Polisi...
Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan Identitas
Tidak Semua Yoghurt...
Tidak Semua Yoghurt Sehat, Salah Pilih Bisa Bikin Gula Darah Naik
Berita Terkini
5 Peserta Program SPPI...
5 Peserta Program SPPI Meninggal saat Latsarmil, Feri Amsari: Negara Salahi Prinsip Administrasi
Titi Anggraini Soroti...
Titi Anggraini Soroti Naskah Akademik RUU Pemilu Tak Kunjung Diterbitkan
Jokowi Mulai Safari...
Jokowi Mulai Safari Politik, Feri Amsari: Sah, Cuma Nggak Tahu Diri Saja
Lelang Hasil Rampasan...
Lelang Hasil Rampasan Korupsi Periode Juni 2026, KPK Bukukan Rp39,8 Miliar
354 Pencari Jodoh Padati...
354 Pencari Jodoh Padati Golek Garwo Kemenag
Indonesia Butuh Koalisi...
Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Percepat Adopsi Inovasi Kesehatan
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved